NewsMetro

Pemkot Kendari Tetapkan Besaran Zakat Fitrah Kota Kendari 1444 Hijriah/ 2023 Masehi, Simak Jumlahnya

354
×

Pemkot Kendari Tetapkan Besaran Zakat Fitrah Kota Kendari 1444 Hijriah/ 2023 Masehi, Simak Jumlahnya

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI- Pemerintah Daerah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi mengeluarkan besaran zakat fitrah Kota Kendari 1444 Hijriah/ 2023 Masehi.

Hal itu berdasarkan kesepakatan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Kendari, Kementerian Agama (Kemenag) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kendari,  Forum Koodinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Camat, Lurah dan Tokoh agama lainnya, di Ruang Samaturu, Balai Kota Kendari. Rabu (29/3/2023).

Adapun besaran zakat yang telah disepakati  yakni, untuk beras kelas I atau (Premium) seperti jenis Beras Kepala Super dan Pandan Wangi dengan harga Rp.12 ribu/ liter, maka dikali dengan 3,5 liter beras, sehingga besaran zakat tersebut sebesar Rp.42 ribu (Per Jiwa).

Sedangkan, untuk jenis beras dengan kelas II (Medium 1) misalnya, Beras Ciliwung, Beras Owoha Konawe dengan harga Rp.11 ribu/liter, dikali 3,5 liter, sehingga besaran zakat tersebut yakni Rp. Rp. 38.500 (Per Jiwa).

Selanjutnya, Beras dengan kelas III (Dolog/Medium II) Rp. 10 ribu per liter dikali 3,5 liter, menjadi Rp. 35 ribu per jiwa dan Non beras seperti sagu, jagung dan umbi-umbian Rp. 6 ribu dikali 3,5 liter menjadi Rp. 21 ribu (Per Jiwa).

Kemudian untuk nominal Infak Ramadhan per keluarga disepakati sebesar Rp. 20 ribu.

Sekda Kota Kendari, Ridwansyah Taridala mengatakan, sebelum menetapkan besaran zakat, pihaknya terlebih dahulu melakukan survey di beberapa Pasar di Kota Kendari untuk mendapatkan jumlah yang sesuai.

“kita sepakati tadi empat kelompok, kelas pertama premium, medium, dolog, dan non beras,” ungkapnya.

Mengingat zakat merupakan kewajiban yang harus dibayar oleh setiap Muslim. Ridwansyah mengimbau kepada masyarakat Muslim Kota Kendari agar segera membayar zakat fitrah.

Hal tersebut dimaksudkan agar para petugas zakat bisa sesegera mungkin mendistribusikan zakat-zakat yang telah terkumpul.

Kepala Baznas Kota Kendari, Amri Natsir mengatakan rapat penetapan besaran zakat kali ini dilakukan lebih awal, hal itu bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang berapakah besaran yang akan mereka bayar.

“Kalau lebih awal mereka terima zakatnya, maka lebih cepat lagi disalurkan ke yang lebih berhak,” ungkapnya.

Amri menambahkan, masyarakat yang membutuhkan dapat memanfaatkan beras itu untuk keperluan pada Idul Fitri 1444 Hijriah.

Reporter: Novi

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News