NewsMetro

Pasar Murah Sembako, Buka Mulai 13 Sampai 17 Maret dipelantaran Kantor Disperindag Sultra

429
×

Pasar Murah Sembako, Buka Mulai 13 Sampai 17 Maret dipelantaran Kantor Disperindag Sultra

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI- Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dispar) Sultra bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) Sultra menggelar pasar murah sembako.

Pasar murah sembako tahap 1 dibuka dari tanggal 13-17 Maret, dengan jam operasional mulai jam 00: 09 sampai 15: 00 WITA di pelantaran Kantor Disperindag Sultra, Senin (13/3/2023).

Terpantau, pada stand-stand tersebut tak hanya menyediakan sembako, melainkan ada juga aneka buah-buahan dengan harga murah.

Pasar murah sembako tersebut juga merangkul 13 distributor dan 2 Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri L M Fitrah Arsyat mengatakan pasar murah ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat jelang Bulan suci Ramadhan, dimana harga-harga kebutuhan pada momen tersebut relatif mengalami kenaikan.

Sementara ia mengatakan, dalam pasar murah sembako ini Disperindag Sultra menyediakan harga kebutuhan yang sangat terjangkau.

“Jadi Insya Allah selisih harga dipasar lumayan jauh, saya contohkan salah satunya gula pasir disini kita jual Rp13.500/ liter, paling tinggi Rp14.000. Sementara dipasar sekarang di angka Rp 15.000 ribu sampai Rp 17.000 yang premium,” ungkap Fitrah.

“Beras Bulog kita jual Rp 48 ribu. Sedangkan kalau dipasar sekitar Rp60 sampai Rp 65 ribu malah,” sambungnya.

Untuk itu, melalui pasar murah ini pihak berharap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, apalagi pasar murah buka selama satu minggu penuh.

“Inilah harapan kami, bahwa kegiatan ini kita laksanakan satu minggu penuh untuk bisa bagaimana masyarakat memenuhi kebutuhan mereka menjelang HBKN,” tuturnya.

Perlu diketahui untuk pembelian beras, Disperindag memberikan batasan yakni untuk satu orang hanya boleh membeli sebanyak 10 Kg saja. Hal itu untuk mencegah terjadi kecurangan yang dilakukan oleh pembeli.

“Karena memang sekarang harga beras lagi tinggi, takutnya yang datang belanja adalah pedagang sehingga mereka jual lagi,” pungkasnya.

Rencananya Disperindag akan kembali membuka pasar murah sembako pada tanggal 20 – 21 namun untuk lokasi dan waktu belum ditentukan.

 

Reporter : Novi

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News