NewsMetro

Panic Buying Jadi Pemicu Antrean, Pemkot Kendari Pastikan Pasokan BBM Tetap Aman

22
×

Panic Buying Jadi Pemicu Antrean, Pemkot Kendari Pastikan Pasokan BBM Tetap Aman

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Pemerintah Kota Kendari memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayahnya masih dalam kondisi aman di tengah meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kepastian itu diperoleh setelah tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di empat SPBU pada Jumat (7/8/2026).

Sidak melibatkan Pemerintah Kota Kendari bersama PT Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta tim pengawas Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM. Empat SPBU yang dipantau meliputi SPBU Martandu, Tapak Kuda, Teratai, dan Kongoasa.

Hasil pemantauan menunjukkan antrean kendaraan bukan dipicu kelangkaan BBM, melainkan perubahan pola konsumsi masyarakat yang cenderung membeli dalam jumlah lebih banyak. Fenomena panic buying membuat sebagian besar pengguna Pertalite memilih mengisi tangki hingga penuh, sehingga waktu pelayanan di setiap dispenser menjadi lebih lama.

Selain itu, peralihan sebagian pengguna Pertamax ke Pertalite juga ikut meningkatkan volume kendaraan di SPBU yang menyediakan BBM bersubsidi. Kondisi tersebut terlihat berbeda dengan SPBU Tapak Kuda yang tidak melayani Pertalite sehingga antreannya relatif lebih pendek.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari, Wawan Astanto, menegaskan hasil sidak memastikan stok BBM masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga tidak ada alasan melakukan pembelian secara berlebihan.

“Hasil pemantauan bersama Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, dan tim pengawas menunjukkan stok BBM di Kota Kendari aman. Antrean yang terjadi lebih disebabkan meningkatnya volume pembelian masyarakat, bukan karena kekurangan pasokan,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan memperoleh informasi dari sumber resmi pemerintah agar tidak mudah terpengaruh isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami berharap masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan. Jangan melakukan panic buying karena distribusi terus berjalan dan pasokan masih tersedia,” katanya.

Dalam sidak tersebut, Hiswana Migas juga mengusulkan penerapan pembatasan pembelian BBM bersubsidi melalui surat edaran pemerintah daerah. Usulan itu mencakup batas maksimal pembelian 50 liter per hari untuk kendaraan roda empat dan 10 liter per hari bagi kendaraan roda dua.

Langkah tersebut dinilai dapat membantu distribusi BBM bersubsidi agar lebih tepat sasaran sekaligus mengurangi antrean di SPBU.

Pemerintah Kota Kendari menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas melalui pengawasan rutin di lapangan. Pemantauan berkala dilakukan untuk memastikan distribusi BBM tetap lancar, mengantisipasi potensi penyalahgunaan, sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi di Kota Kendari.

Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi, aktivitas ekonomi berjalan normal, dan pelayanan di SPBU semakin tertib sehingga masyarakat tidak lagi terpicu melakukan pembelian secara berlebihan.(SM)