NewsMetro

Pendataan Jadi Sorotan, Sekda Kendari Minta OPD Percepat Intervensi Penurunan Stunting

25
×

Pendataan Jadi Sorotan, Sekda Kendari Minta OPD Percepat Intervensi Penurunan Stunting

Share this article

TERAMEDIA.ID,KENDARI, – Pemerintah Kota Kendari memperkuat langkah percepatan penurunan stunting dengan menitikberatkan pada akurasi pendataan dan sinergi lintas sektor. Evaluasi pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Tahun 2026 menjadi momentum untuk memastikan setiap program intervensi benar-benar menyasar keluarga yang membutuhkan.

Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, saat membuka Rapat Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting melalui Program GENTING di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Senin (13/7/2026).

Amir Hasan menegaskan bahwa stunting merupakan program prioritas nasional yang tidak bisa ditangani oleh satu organisasi perangkat daerah (OPD) saja. Menurutnya, persoalan tersebut berkaitan erat dengan berbagai aspek, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, sanitasi lingkungan hingga validitas data keluarga berisiko stunting.

“Persoalan stunting bukan hanya urusan Dinas Kesehatan atau Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Ini adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen dan konsistensi seluruh OPD,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data terbaru masih diperlukan intervensi yang lebih optimal. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta meningkatkan koordinasi agar setiap program yang dijalankan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka stunting di Kota Kendari.

Salah satu perhatian utama dalam rapat tersebut adalah rendahnya capaian pendataan ibu hamil dan balita. Dari target sekitar 36 ribu data yang harus masuk ke dalam sistem pendataan, hingga kini baru sekitar 9 ribu data yang berhasil dihimpun.

Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan serius karena data yang lengkap dan valid merupakan dasar penyusunan kebijakan serta penentuan bentuk intervensi yang akan diberikan kepada masyarakat.

Untuk itu, Sekda meminta camat, lurah, kepala puskesmas, kader Posyandu, RT/RW, hingga Tim Penggerak PKK agar lebih aktif melakukan pendataan di wilayah masing-masing. Ia menekankan, apabila terdapat kendala dalam penggunaan sistem digital, proses pendataan dapat dilakukan secara manual terlebih dahulu.

“Kalau ada kesulitan menggunakan sistem online, lakukan dulu pendataan secara manual. Yang penting datanya terkumpul dan valid sehingga bisa menjadi dasar intervensi yang tepat,” ujarnya.

Selain pendataan, Amir Hasan juga meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) terus memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk menyinkronkan data keluarga berisiko stunting antarlembaga. Menurutnya, keseragaman data akan memudahkan pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih efektif dan menghindari tumpang tindih program.

Melalui evaluasi Program GENTING ini, Pemerintah Kota Kendari berharap seluruh perangkat daerah memiliki persepsi yang sama dalam upaya percepatan penurunan stunting. Kolaborasi yang lebih erat antar-OPD, pemerintah kecamatan, kelurahan, tenaga kesehatan, serta elemen masyarakat diharapkan mampu meningkatkan efektivitas intervensi sehingga target penurunan stunting di Kota Kendari dapat tercapai secara berkelanjutan.

Rapat evaluasi tersebut dihadiri jajaran Dinas Kesehatan Kota Kendari, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, para camat dan lurah, kepala puskesmas, Tim Penggerak PKK, serta anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Kendari.(SM)