NewsMetro

Kecamatan Kendari Barat Jadi Wilayah Pemilih Tertinggi Pada Pemilu 2024 di Kota Kendari, Sultra

318
×

Kecamatan Kendari Barat Jadi Wilayah Pemilih Tertinggi Pada Pemilu 2024 di Kota Kendari, Sultra

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI- Berdasarkan survei, Kecamatan Kendari Barat jadi wilayah dengan jumlah pemilih tertinggi untuk pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Jumlah pemilih di Kota Kendari tercatat sebanyak 238.205 orang yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024.

Total DPT itu diperoleh dari 65 kelurahan yang tersebar di 11 kecamatan di Kota Kendari. Dimana Kecamatan Kendari Barat berada di posisi teratas dengan jumlah pemilih sebanyak 29.448.

Kemudian disusul Kecamatan Puuwatu dengan jumlah pemilih 28.506 dan diurutan ketiga ada Kecamatan Poasia 27.557 pemilih.

“Jadi jumlah pemilih kita yang terbanyak itu ada di Kendari Barat, disusul Puwatu, ketiga Poasia, jadi itu daerah dengan pemilih terbanyak,” kata Ketua KPU Kota Kendari Jumwal Saleh, Senin (26/3/2023).

Jumwal menyebut pada Pemilu 2024 kali ini mengalami pertambahan jumlah sekitar 29.359 pemilih, dibandingkan tahun 2019 lalu dengan jumlah DPT hanya 208.846 pemilih.

Perubahan data pemilih itu menurutnya dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya pertambahan jumlah penduduk di Kota Kendari.

Kemudian pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) seperti meninggal dunia, pindah keluar Kota Kendari, masuk TNI Polri. Serta didominasi dari pertambahan pemilih baru.

“Paling banyak adalah pemilih baru, nanti akan kami rilis secara resmi karena belum kami pilah berapa pertambahan jumlah pemilih pemula kita atau pemilih baru,” jelasnya.

Berikut update DPT Pemilu 2024 per kecamatan di Kota Kendari.

Kecamatan Mandonga, jumlah pemilih 25.758 terdiri dari 12.568 laki-laki dan 13.190 perempuan, memiliki 6 kelurahan dengan 118 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Kecamatan Kendari, jumlah pemilih 19.473 terdiri dari 9.612 laki-laki dan 9.861 perempuan, memiliki 9 kelurahan dengan 99 TPS.

Kecamatan Baruga, jumlah pemilih 23.698 terdiri dari 11.608 laki-laki dan 12.090 perempuan, memiliki 4 kelurahan dengan 90 TPS.

Kecamatan Poasia, jumlah pemilih 27.557 terdiri dari 13.477 laki-laki dan 14.080 perempuan, memiliki 5 kelurahan dengan 112 TPS.

Kecamatan Kendari Barat, jumlah pemilih 29.448 terdiri dari 14.375 laki-laki dan 15.073 perempuan, memiliki 9 kelurahan dengan 141 TPS.

Kecamatan Abeli, jumlah pemilih 11.654 terdiri dari 5.852 laki-laki dan 5.802 perempuan, memiliki 7 kelurahan dengan 52 TPS.

Kecamatan Wua-wua, jumlah pemilih 22.154 terdiri dari 10.827 laki-laki dan 11.327 perempuan, memiliki 4 kelurahan dengan 86 TPS.

Kecamatan Kadia, jumlah pemilih 26.104 terdiri dari 12.711 laki-laki dan 13.393 perempuan, memiliki 5 kelurahan dengan 114 TPS.

Kecamatan Puuwatu, jumlah pemilih 28.506 terdiri dari 14.173 laki-laki dan 14.333 perempuan, memiliki 6 kelurahan dengan 118 TPS.

Kecamatan Kambu, jumlah pemilih 16.087 terdiri dari 7.900 laki-laki dan 8.187 perempuan, memiliki 4 kelurahan dengan 64 TPS.

Kecamatan Nambo, jumlah pemilih 7.766 terdiri dari 3.919 laki-laki dan 3.847 perempuan, memiliki 6 kelurahan dengan 36 TPS.

Daftar tersebut tidak disusun berdasarkan urutan tertinggi ke rendah.

 

Reporter : Novi

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News