NewsMetro

Kado HUT ke 191 ,IPM Kota Kendari Terbaik Ke-4 Nasional

445
×

Kado HUT ke 191 ,IPM Kota Kendari Terbaik Ke-4 Nasional

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI – Kota Kendari kembali mengukir prestasi di tingkat Nasional. Kali ini, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) itu berhasil meraih peringkat ke-4 untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi se-Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kendari berada di peringkat 4 nasional di bawah Jakarta Selatan di posisi ke 3 dengan nilai 84,90 persen, Kota Banda Aceh di posisi ke 2 dengan nilai 85,71 persen dan Kota Yogyakarta berada di posisi pertama dengan nilai 87,18 persen.

Pencapaian IPM Kota Kendari ini meningkat dari tahun sebelumnya, yakni pada tahun 2021 dengan nilai 83,6 menjadi 84,14 pada 2022 ini.

Menanggapi hal ini, Walikota Kendari Sulkarnain Kadir mengapresiasi kinerja seluruh pihak

“Kita bersyukur ini adalah hasil kerja keras seluruh pihak baik masyarakat, dan ini kado yang cukup indah buat Kota Kendari.” Ungkap Sulkarnain (12/04/2022).

Untuk diketahui, tingkat IPM Kota Kendari dipengaruhi oleh angka harapan hidup masyarakat yakni 73 tahun.

Sulkarnain Menyebut, Hal itu tidak terlepas dari berbagai program yang telah dihadirkan, seperti perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial (bansos), terlebih di masa Pandemi Covid-19.

Sulkarnain berharap peningkatan IPM Kota Kendari harus terus berkelanjutan dan tetap dipertahankan.

“Kita berharap ini bisa terus berlanjut dan bisa terus kita jaga.” Harapnya.

Walaupun berada distatus pandemi covid-19 geliat ekonomi Kota Kendari terus mengalami meningkatan,pemberian bantuan kepada seluruh sekolah, peningkatan ekonomi dan pencapaian menanggulangan wabah covid -19. Dampak keseriusan pemerintah dalam mewujudkan visi Kota Kendari sebagai Kota layak huni berbasis informasi dan teknologi.

Novrianti/Teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News