Pendidikan

Hias Celengan Sambil Belajar Kelola Uang, KKN UGM Tanamkan Budaya Menabung di SDN 10 Laonti

218
×

Hias Celengan Sambil Belajar Kelola Uang, KKN UGM Tanamkan Budaya Menabung di SDN 10 Laonti

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan – Tawa dan celoteh riang memenuhi ruang kelas 6 SDN 10 Laonti. Di atas meja, celengan-celengan polos mulai berubah menjadi karya penuh warna. Ada yang dihiasi kertas warna, stiker, hingga cat sederhana. Namun, di balik kegiatan kreatif tersebut, tersimpan pelajaran penting tentang bagaimana anak-anak dapat mulai mengenal nilai uang dan kebiasaan menabung sejak dini.

Melalui program “Mini Bankers: Belajar Menabung Kreatif”, mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II Tahun 2026 Unit SG004 Sub Unit Desa Batu Jaya mengajak siswa SDN 10 Laonti untuk belajar menabung melalui pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Program tersebut berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc., dosen FMIPA UGM, dan digagas oleh Mega Puspita Sari, mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 3, 4, 5, dan 6 SDN 10 Laonti.

 

Sejak awal kegiatan, anak-anak tampak antusias. Masing-masing siswa mendapatkan sebuah celengan polos yang kemudian dihias sesuai dengan kreativitas mereka.

Beragam bahan sederhana seperti kertas warna, stiker, dan cat digunakan untuk mempercantik celengan. Suasana kelas pun menjadi semakin meriah ketika para siswa mulai menunjukkan dan membandingkan hasil karya masing-masing.

Setiap celengan tampil berbeda.

Ada yang dipenuhi warna-warna cerah, ada yang dihiasi gambar sederhana, dan ada pula yang menambahkan berbagai ornamen sesuai dengan imajinasi mereka.

Kegiatan menghias celengan ini tidak hanya menjadi aktivitas seni semata. Mahasiswa KKN memanfaatkan proses kreatif tersebut sebagai cara sederhana untuk mengenalkan pentingnya menabung kepada anak-anak.

Dengan memiliki dan menghias celengan sendiri, anak-anak diharapkan memiliki kedekatan dengan kebiasaan menyisihkan uang sejak usia dini.

 

Di sela kegiatan, mahasiswa KKN-PPM UGM turut memberikan edukasi ringan mengenai pentingnya mengelola uang saku secara bijak.

Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Anak-anak diajak mengenal perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta memahami bahwa tidak semua uang saku harus dihabiskan dalam satu waktu.

Mereka juga diperkenalkan pada manfaat menabung untuk membantu mewujudkan berbagai tujuan di masa depan.

Melalui contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, siswa diajak memahami bahwa kebiasaan menabung dapat dimulai dari langkah kecil, seperti menyisihkan sebagian uang saku secara rutin.

Konsep literasi keuangan tersebut sengaja dikemas melalui aktivitas kreatif agar pembelajaran terasa lebih menyenangkan dan mudah diingat.

 

Kesadaran finansial menjadi salah satu bekal penting yang dapat diperkenalkan kepada anak-anak sejak dini.

Melalui program “Mini Bankers: Belajar Menabung Kreatif”, mahasiswa KKN-PPM UGM berharap siswa SDN 10 Laonti dapat memperoleh pemahaman baru tentang pentingnya mengelola uang dan membangun kebiasaan menabung.

Lebih dari sekadar menyimpan uang di dalam celengan, kegiatan ini mengajarkan anak-anak untuk mulai belajar merencanakan keinginan dan kebutuhan mereka.

Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi para siswa, kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar yang berbeda. Mereka dapat bermain dengan warna dan kreativitas, sekaligus membawa pulang sebuah celengan hasil karya tangan sendiri.

Sementara bagi tim KKN-PPM UGM Unit SG004 Sub Unit Desa Batu Jaya, kegiatan ini menjadi langkah sederhana untuk menanamkan nilai penting yang dapat dibawa anak-anak hingga dewasa.

Dari sebuah celengan polos yang dihias penuh warna, tumbuh harapan agar anak-anak Desa Batu Jaya semakin memahami bahwa masa depan dapat dipersiapkan melalui kebiasaan kecil yang dimulai hari ini.

Sebab, menabung bukan tentang seberapa besar uang yang disimpan, melainkan tentang membangun kebiasaan untuk lebih bijak dalam mengelola apa yang dimiliki.(*)

 

Editor:NZ