NewsMetroPariwisata

Gaet Wisatawan, Pemkot Kendari Gratiskan Gazebo Pantai Nambo Hingga Terbit Perwali

1845
×

Gaet Wisatawan, Pemkot Kendari Gratiskan Gazebo Pantai Nambo Hingga Terbit Perwali

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI – Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran,SKM menyatakan bahwa Pemerintah Kota Kendari berkomitmen penuh untuk menjadikan Pantai Nambo sebagai ikon pariwisata bahari yang membanggakan. Ia menyampaikan bahwa upaya penataan dan revitalisasi Pantai Nambo terus dilakukan untuk meningkatkan daya tarik destinasi tersebut, sekaligus menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan.

“Kami ingin menjadikan Pantai Nambo sebagai wajah baru pariwisata Kota Kendari. Dengan fasilitas yang baik, pelayanan yang ramah, serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat, saya yakin Pantai Nambo bisa menjadi ikon wisata bahari yang membanggakan,” ujar Wali Kota Siska Karina Imran.

Salah satu langkah strategis yang diambil Pemkot Kendari untuk menarik kunjungan adalah dengan menggratiskan penggunaan gazebo di kawasan Pantai Nambo. Kebijakan ini menjadi bagian dari pendekatan jangka pendek pemerintah, sembari menunggu terbitnya regulasi resmi dalam bentuk Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait tarif sewa gazebo. Wali Kota Siska menjelaskan bahwa kenyamanan pengunjung menjadi perhatian utama, sehingga masyarakat dapat menikmati fasilitas yang tersedia secara maksimal.

“Sebelum ada aturan resmi yang tertuang dalam Perwali, kita ingin masyarakat merasa betah dan nyaman. Karena kalau masyarakat senang, maka ekonomi pun ikut tumbuh,” tambahnya.
Pantai Nambo, yang berlokasi di Kelurahan Nambo, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, memang tengah bersolek untuk memperkenalkan wajah barunya. Pemerintah Kota Kendari melakukan pembenahan secara bertahap di kawasan ini, mulai dari fasilitas umum, akses jalan, hingga estetika pantai. Gazebo yang kini tersedia sebanyak 48 unit disiapkan untuk dimanfaatkan secara gratis oleh seluruh pengunjung.

Kebijakan penggratisan gazebo ini mulai diterapkan bersamaan dengan proses revitalisasi yang tengah berjalan dan terbukti efektif dalam meningkatkan minat kunjungan wisatawan. Pada momen libur panjang seperti Iduladha, ratusan pengunjung memadati kawasan Pantai Nambo sejak pagi hari. Sebagian besar dari mereka datang bersama keluarga dan kerabat untuk menikmati suasana pantai, sembari memanfaatkan gazebo sebagai tempat bersantai, makan bersama, atau berteduh dari panas matahari.

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, yang juga akrab disapa Imeng, mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengunjungi Pantai Nambo. Ia menyampaikan bahwa peningkatan jumlah pengunjung memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi warga sekitar. Menurutnya, geliat ekonomi lokal akan terus tumbuh jika masyarakat merasakan manfaat langsung dari kebijakan pariwisata yang inklusif.

Dalam kunjungannya ke Pantai Nambo, Sudirman sempat berbincang dengan pengelola dan mendapat laporan bahwa lonjakan pengunjung terjadi cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir. “Tadi saya sempat bertanya, katanya kemarin sekitar 800 pengunjung, hari ini kurang lebih 1.000. Luar biasa, terjadi peningkatan signifikan,” ujarnya, Minggu (8/6/2025).

Ia juga mengungkapkan bahwa omzet dari kawasan wisata tersebut melonjak drastis berkat kebijakan yang diterapkan. Omzet yang biasanya hanya sekitar Rp10 juta per bulan, kini bisa mencapai Rp10 hingga Rp15 juta hanya dalam satu hari. “Saya prediksi hari ini bisa mencapai 1.500 pengunjung.

Apalagi kita gratiskan gazebo. Biasanya mereka duduk di bawah pohon, sekarang bisa nyaman duduk di gazebo tanpa perlu bayar,” tambahnya.
Pemerintah Kota Kendari menilai bahwa kemajuan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga dari dampaknya terhadap perputaran ekonomi lokal. Dengan semakin banyaknya pengunjung, sektor informal seperti pedagang kaki lima, penyedia jasa kuliner, serta pelaku UMKM yang beroperasi di sekitar pantai turut memperoleh manfaat secara langsung.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kota Kendari, Sasriati, mengonfirmasi bahwa kebijakan penggratisan gazebo akan diberlakukan sampai Perwali tentang tarif resmi disahkan. Ia mengatakan bahwa kebijakan ini merupakan arahan langsung dari pimpinan daerah dan merupakan langkah proaktif untuk meningkatkan minat kunjungan serta menghidupkan kembali sektor wisata pasca-pandemi dan di tengah keterbatasan anggaran.

“Sesuai arahan pimpinan, penggratisan gazebo diberlakukan sampai terbitnya Perwali tentang penyesuaian tarif,” jelas Sasriati. Ia menambahkan bahwa 48 unit gazebo yang tersebar di berbagai titik di Pantai Nambo kini menjadi fasilitas yang paling diminati. Gazebo-gazebo ini mampu meningkatkan kenyamanan wisatawan saat berkunjung, karena selain untuk duduk santai, juga dapat digunakan sebagai tempat berkumpul keluarga sambil menikmati panorama laut.

 

Pemerintah Kota Kendari berharap bahwa dengan langkah-langkah seperti ini, Pantai Nambo akan semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang ramah, terjangkau, dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar. Fokus pembangunan pariwisata kini tidak lagi hanya pada fisik dan infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan aksesibilitas dan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pengunjung.

Kebijakan ini juga menjadi bukti bahwa Pemkot Kendari serius dalam mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi lokal. Dengan strategi yang tepat dan dukungan dari seluruh pihak, Wali Kota Siska Karina Imran optimis bahwa Pantai Nambo akan menjadi wajah baru Kota Kendari di bidang pariwisata bahari.

Lebih jauh, Pemkot juga akan terus memantau dan mengevaluasi kebijakan yang telah dijalankan. Dengan partisipasi aktif dari warga dan pelaku usaha lokal, pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif diyakini akan membawa Kota Kendari menjadi lebih maju. Berbagai inovasi dan terobosan akan terus didorong demi menghadirkan kenyamanan, keamanan, dan kepuasan bagi para wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.

Dengan revitalisasi yang terus berjalan, strategi kebijakan yang inklusif, serta dukungan penuh dari pemimpin daerah, Pantai Nambo kini berada di jalur yang tepat untuk tumbuh menjadi destinasi wisata unggulan di wilayah timur Indonesia. Semua langkah ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata di Kota Kendari tidak hanya kembali bangkit, tetapi juga siap bersaing secara lebih luas di tingkat regional dan nasional.*(ADV-NV)

Editor:NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News