Pendidikan

Dari “Ohayou Gozaimasu” ke Wawasan Global, KKN-PPM UGM Bangkitkan Semangat Belajar Bahasa Jepang Siswa SDN 10 Laonti

271
×

Dari “Ohayou Gozaimasu” ke Wawasan Global, KKN-PPM UGM Bangkitkan Semangat Belajar Bahasa Jepang Siswa SDN 10 Laonti

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan – Suasana berbeda tampak di SDN 10 Laonti, Desa Batu Jaya, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Sapaan “Ohayou Gozaimasu” atau selamat pagi dalam bahasa Jepang terdengar bersahut-sahutan dari para siswa yang antusias mengikuti pembelajaran.

Melalui program Batu Jaya Nihongo Project, mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) mengajak siswa mengenal dasar-dasar bahasa Jepang dengan cara yang interaktif, menyenangkan, sekaligus membuka wawasan mereka terhadap budaya dan dunia internasional.

Program tersebut digagas oleh Cornellius Hans Lazuardi, mahasiswa Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM, KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 Unit SG004 Konawe Selatan Sub Unit Batu Jaya.

Pelaksanaan kegiatan berada di bawah bimbingan Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc., dosen FMIPA UGM selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Batu Jaya Nihongo Project dirancang untuk mengenalkan bahasa Jepang sebagai salah satu bahasa asing yang memiliki peran penting dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, teknologi, industri, hingga budaya.

Hans menyusun materi pembelajaran yang disesuaikan dengan usia siswa sekolah dasar agar lebih mudah dipahami dan tidak terasa membosankan.

Pembelajaran dikemas melalui berbagai kegiatan interaktif, seperti permainan edukatif, praktik percakapan sederhana, kuis, hingga aktivitas kelompok.

Materi yang diperkenalkan meliputi salam, perkenalan diri, angka, serta berbagai kosakata sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

 

Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diajak untuk langsung mempraktikkan materi yang dipelajari bersama teman-temannya.

Dari sapaan sederhana seperti “Ohayou Gozaimasu”, anak-anak mulai mengenal bahwa mempelajari bahasa asing dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Selain mengenalkan kemampuan dasar berbahasa Jepang, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar mengenai sejumlah nilai positif dalam budaya Jepang.

Hans memperkenalkan pentingnya menghormati orang lain melalui kebiasaan memberi salam, menjaga kebersihan lingkungan, serta membangun sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan kosakata, tetapi juga mengajak siswa memahami nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Desa Batu Jaya, Repelita, mengapresiasi antusiasme anak-anak selama mengikuti kegiatan tersebut.

“Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti pembelajaran ini. Mereka senang belajar hal baru, dan kegiatan seperti ini dapat menambah wawasan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri mereka,” tutur Repelita.(4/8/2026)

Sebagai bentuk keberlanjutan program, Hans juga menyusun **modul pembelajaran bahasa Jepang dasar** yang diserahkan kepada pihak sekolah.

Modul tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa sebagai media belajar mandiri untuk mengulang materi yang telah diperkenalkan selama pelaksanaan KKN.

Dengan adanya bahan pembelajaran tersebut, proses mengenal bahasa Jepang diharapkan tidak berhenti setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.

Melalui Batu Jaya Nihongo Project, siswa SDN 10 Laonti memperoleh pengalaman baru dalam mengenal bahasa asing sekaligus memahami budaya dari negara lain.

Tim KKN-PPM UGM Unit SG004 Konawe Selatan Sub Unit Batu Jaya berharap program tersebut dapat menjadi langkah awal dalam memperluas wawasan global, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memotivasi siswa untuk terus belajar.

Dari sebuah sapaan sederhana, “Ohayou Gozaimasu”, perjalanan belajar anak-anak Desa Batu Jaya diharapkan dapat membuka jalan menuju wawasan yang lebih luas dan keberanian untuk meraih cita-cita di masa depan.(*)

Editor:NZ