NewsMetro

BNPB Pusat dan Menko PMK Hadiri Rangkaian Puncak PRB 2023 di Sultra

361
×

BNPB Pusat dan Menko PMK Hadiri Rangkaian Puncak PRB 2023 di Sultra

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) hadir di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Keduanya hadir dalam Rangkaian Puncak kegiatan bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di Sultra 2023, di salah satu hotel di Kendari, Jumat (13/10/2023).

Kepala BNPB Letjen TNI, Suharyanto mengatakan penetapan Sultra menjadi tuan rumah dalam PRB 2023 dinilai mendapat kekhawatiran.

Hal ini lantaran, sebagian besar wilayah yang ada di Indonesia saat ini sedang dilanda fenomena El-nino atau cuaca ekstrem.

“Sedang terjadi bencana dimana-mana, terkhususnya pada saat El-nino yaitu kekeringan,” ungkapnya dalam sambutan.

Bahkan menurut catatan BNPB perhari ini ada 3.138 kali bencana di Indonesia. Dimana terdapat Provinsi – Provinsi prioritas yang sedang mengalami kebakaran hutan dan lahan.

“Seperti di Sumatra ada tiga provinsi, kalimatan barat, tengah dan selatan,” terangnya.

Namun, tiga provinsi tersebut telah mendapatkan penanganan berupa modifikasi cuaca atau hujan buatan.

Diwaktu yang sama Menko PMK, Muhadjir Effendy mengatakan perubahan iklim seperti El-nino bukan pertama kali terjadi di Indonesia, melainkan telah sejak lama ada.

Hal ini lah yang menurutnya perlu terus dilakukan upaya mitigasi secara merata di seluruh Indonesia.

Bukan hanya itu, yang lebih parahnya menurutnya yakni kerusakan alam yang bukan hanya disebabkan oleh cuaca melainkan manusia.

“Pemerintah daerah, mulai dari Gubernur, aparat masyarakat harus betul-betul memperhatikan kemungkinan, jangan sampai ketika suber daya alam dieksploitasi tapi tidak didukung langkah mitigasi,”tegasnya.

Sementara itu Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto mengatakan mewakili seluruh komponen masyarakat Sultra mengucapkan terima kasih telah dipercayakan menjadi tuan rumah dalam PRB 2023 di Sultra.

“Sekali lagi atas nama komponen masyarakat terima kasih atas kehadiran bapak Menko PMK, ketua BPBD”katanya.

Ia menambahkan, banyak makna yang dapat dipetik dalam PRB ini, yakni komitmen kerja sama dalam rangka pengurangan risiko bencana.*(NV).

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News