NewsMetro

923 Kasus TBC Ditemukan di Kendari, Tracing Diperkuat hingga Tingkat Kelurahan

16
×

923 Kasus TBC Ditemukan di Kendari, Tracing Diperkuat hingga Tingkat Kelurahan

Share this article

TERAMEDIA.ID,KENDARI – Sebanyak 923 kasus tuberkulosis (TBC) ditemukan di Kota Kendari sepanjang Januari hingga Juni 2026. Angka tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Kendari untuk memperkuat penemuan kasus secara aktif atau tracing, termasuk di tingkat kelurahan.

Upaya itu dilakukan melalui Sosialisasi dan Tracing TBC yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kantor Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Senin (14/9/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan Kota Kendari bersama UPTD Puskesmas Mokoau tersebut diarahkan untuk mempercepat deteksi dini sekaligus memastikan warga yang terindikasi TBC segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

Dari 923 kasus yang ditemukan di Kota Kendari, sembilan kasus di antaranya tercatat berada di wilayah Kelurahan Lalolara. Data tersebut menunjukkan bahwa penanggulangan TBC tidak cukup hanya mengandalkan warga yang datang berobat ke fasilitas kesehatan.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Kerja Sama Kota Kendari Sudirham, mewakili Sekretaris Daerah Kota Kendari, menegaskan pentingnya tracing untuk menemukan penderita yang mungkin belum menyadari dirinya terinfeksi.

“Data ini menunjukkan bahwa upaya penemuan kasus secara aktif (tracing) sangat krusial. Kita ingin memastikan tidak ada warga Lalolara yang menderita TBC tanpa menyadari kondisinya, atau bahkan terputus proses pengobatannya,” tegasnya.

Tracing menjadi penting karena TBC dapat menular melalui udara dan seseorang yang belum terdeteksi berpotensi menjadi sumber penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Karena itu, pencarian kasus secara aktif di lingkungan masyarakat menjadi bagian penting untuk memutus mata rantai penularan.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga didorong memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis. Integrasi antara CKG dan tracing diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi warga untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.

Penanganan TBC juga tidak berhenti setelah kasus ditemukan. Pemerintah Kota Kendari mendorong kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga tuntas. Dukungan keluarga dan masyarakat dibutuhkan agar pasien tidak berhenti di tengah jalan.

Pemkot juga menekankan pentingnya mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap penderita TBC. Pasien membutuhkan dukungan, bukan pengucilan, agar dapat menjalani proses pengobatan secara teratur.

Selain itu, Gerakan Kelurahan Siaga TBC terus diperkuat melalui keterlibatan kader, keluarga, tokoh masyarakat, RT dan RW. Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kontak erat juga didorong sesuai ketentuan.

Upaya pencegahan turut diarahkan pada lingkungan tempat tinggal. Masyarakat diingatkan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk memastikan rumah memiliki ventilasi yang baik agar sirkulasi udara tetap terjaga.

Lurah Lalolara Chandra Kadiruddin, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan mengajak warga memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.

Dengan 923 kasus TBC yang telah ditemukan dalam enam bulan pertama 2026, penguatan tracing menjadi pekerjaan penting bagi Kota Kendari. Pemerintah berharap semakin banyak kasus dapat ditemukan lebih awal, pasien mendapatkan pengobatan sampai tuntas, dan penularan dapat ditekan.(SM)