Pendidikan

KKN UGM Kenalkan Asam Sitrat sebagai Alternatif Pembersih Kerak Rumah Tangga

219
×

KKN UGM Kenalkan Asam Sitrat sebagai Alternatif Pembersih Kerak Rumah Tangga

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan – Asam sitrat yang selama ini lebih dikenal masyarakat untuk berbagai keperluan lain diperkenalkan sebagai salah satu bahan pembersih untuk membantu mengatasi kerak dan endapan mineral pada permukaan yang sesuai.

Pemanfaatan tersebut dikenalkan mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program Pembuatan Pembersih Ramah Lingkungan Berbasis Asam Sitrat di Desa Batu Jaya, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Program dipimpin Delaney Violet Oey, mahasiswa Program Studi Kimia FMIPA UGM. Kegiatan dirancang tidak hanya untuk mengenalkan cara membuat larutan pembersih, tetapi juga menjelaskan fungsi bahan dan prinsip keamanan penggunaannya.

Peserta diperkenalkan dengan asam sitrat serta penggunaannya untuk membantu membersihkan kerak air dan endapan mineral pada permukaan yang sesuai.

Bahan dan peralatan yang digunakan relatif sederhana, antara lain asam sitrat, air bersih, wadah pencampur, sendok takar, corong, dan botol semprot.

Dalam praktiknya, asam sitrat dilarutkan ke dalam air sesuai komposisi yang telah ditentukan. Campuran kemudian diaduk hingga larut sebelum dipindahkan ke botol semprot dan diberi label.

Demonstrasi tersebut menarik perhatian warga yang sebelumnya belum mengetahui fungsi asam sitrat sebagai bahan pembersih.

“Saya baru tahu kalau asam sitrat ternyata bisa digunakan untuk membantu membersihkan kerak. Bahannya sederhana dan cara membuatnya juga mudah dipahami, jadi pengetahuan seperti ini bisa berguna untuk kebutuhan di rumah,” ujar salah satu warga peserta kegiatan.

Mahasiswa juga menekankan pentingnya keselamatan. Larutan perlu diberi label, disimpan jauh dari jangkauan anak-anak, dan tidak digunakan pada permukaan yang sensitif terhadap kondisi asam.

Warga juga diingatkan agar tidak mencampurkan larutan berbasis asam dengan pemutih atau produk berbasis hipoklorit/klorin karena dapat menghasilkan gas berbahaya bagi kesehatan.

Program tersebut merupakan bagian dari KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 Unit SG004 Konawe Selatan Sub Unit Batu Jaya di bawah bimbingan Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc., selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh alternatif bahan pembersih, tetapi juga pemahaman bahwa penggunaan produk rumah tangga perlu mempertimbangkan fungsi, keamanan, dan kompatibilitas bahan.(*)

 

Editor:NZ