Pendidikan

Mahasiswa KKN UGM Kenalkan Kimchi Berbahan Lokal kepada Warga Batu Jaya

118
×

Mahasiswa KKN UGM Kenalkan Kimchi Berbahan Lokal kepada Warga Batu Jaya

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan– Sayuran yang selama ini menjadi bagian dari menu sehari-hari warga Desa Batu Jaya, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, diperkenalkan dalam bentuk olahan baru melalui program Kreasi Kimchi Lokal untuk Diversifikasi Olahan Sayur.

Program tersebut digagas mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM), Delaney Violet Oey, mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM. Kegiatan ini menjadi bagian dari KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 Unit SG004 Konawe Selatan Sub Unit Batu Jaya.

Konsep kimchi dipilih sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan diversifikasi pangan dengan memanfaatkan bahan yang relatif mudah ditemukan masyarakat. Sawi atau kol dan wortel digunakan sebagai bahan utama, kemudian dipadukan dengan garam, cabai, bawang putih, jahe, gula, dan bahan pendukung lainnya.

Sebelum kegiatan dilaksanakan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi terhadap kebiasaan konsumsi masyarakat, ketersediaan bahan, serta penerimaan warga terhadap produk fermentasi yang belum umum dikonsumsi sehari-hari.

Peserta kemudian diperkenalkan secara bertahap pada proses persiapan sayuran, penggaraman, pembuatan bumbu, pencampuran, hingga penyimpanan.

Namun, karakter kimchi yang berbeda dengan olahan sayuran sehari-hari membuat warga memberikan sejumlah masukan. Salah satunya disampaikan Mama Ayu, warga Desa Batu Jaya.

“Di Batu Jaya kami tidak biasa makan sayur mentah yang dimarinasi seperti ini. Menurut saya, kalau kimchinya ditumis akan lebih cocok dengan kebiasaan makan di sini. Tapi resep ini bagus karena merupakan olahan baru yang sebelumnya belum pernah kami lihat,” ujarnya.

Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan program. Mahasiswa kemudian mengenalkan kemungkinan menumis kimchi sebelum dikonsumsi agar lebih sesuai dengan kebiasaan makan masyarakat setempat.

Selain resep, warga juga mendapat edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan bahan, tangan, wadah, dan peralatan selama proses pengolahan, terutama karena produk yang disimpan atau difermentasi membutuhkan penanganan higienis.

Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc., dosen FMIPA UGM, selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Melalui program tersebut, masyarakat Batu Jaya tidak hanya memperoleh resep baru, tetapi juga diperkenalkan pada gagasan bahwa bahan pangan lokal dapat dikembangkan menjadi produk dengan bentuk dan cita rasa berbeda sesuai karakter masyarakat yang mengonsumsinya.(*)