EkonomiNews

Ekonomi SULTRA Tumbuh 6,19 Persen pada Triwulan II 2026, Industri Pengolahan Jadi Motor Utama

602
×

Ekonomi SULTRA Tumbuh 6,19 Persen pada Triwulan II 2026, Industri Pengolahan Jadi Motor Utama

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara terus menunjukkan kinerja positif. Pada Triwulan II Tahun 2026, ekonomi Sulawesi Tenggara tercatat tumbuh 6,19 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y), sekaligus menandai dua triwulan berturut-turut pertumbuhan ekonomi berada di atas 6 persen.

Berdasarkan data yang dirilis BPS Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Tenggara atas dasar harga berlaku pada Triwulan II 2026 mencapai Rp55,37 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp31,22 triliun.

Selain tumbuh 6,19 persen secara tahunan, ekonomi Sulawesi Tenggara pada Triwulan II 2026 juga mengalami pertumbuhan 3,13 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter/q-to-q).

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara selama periode Triwulan I hingga Triwulan II 2026 tercatat sebesar 6,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tetap Tinggi Meski Sedikit Melandai

Capaian pertumbuhan sebesar 6,19 persen pada Triwulan II 2026 memang sedikit melandai dibandingkan Triwulan I 2026 yang mencapai 6,23 persen. Namun, angka tersebut tetap menjadi salah satu capaian pertumbuhan ekonomi tertinggi Sulawesi Tenggara dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam tren pertumbuhan ekonomi tahunan, Sulawesi Tenggara tercatat mengalami pertumbuhan 5,54 persen pada Triwulan II 2024, kemudian 5,24 persen pada Triwulan III 2024, dan 5,08 persen pada Triwulan IV 2024.

Memasuki tahun 2025, pertumbuhan ekonomi kembali menguat menjadi 5,66 persen pada Triwulan I, 5,89 persen pada Triwulan II, dan 5,65 persen pada Triwulan III, sebelum meningkat menjadi 5,94 persen pada Triwulan IV 2025.

Tren positif tersebut berlanjut pada tahun 2026. Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara mencapai 6,23 persen pada Triwulan I 2026, sebelum sedikit melandai menjadi 6,19 persen pada Triwulan II 2026.

Industri Pengolahan Jadi Sumber Pertumbuhan Tertinggi

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi Sulawesi Tenggara pada Triwulan II 2026 dengan pertumbuhan mencapai 14,78 persen secara tahunan.

Sektor konstruksi menyusul dengan pertumbuhan sebesar 9,95 persen, kemudian perdagangan dan reparasi tumbuh 8,81 persen.

Sementara itu, sektor pertambangan dan penggalian tumbuh sebesar 1,64 persen, sedangkan sektor pertanian mencatat pertumbuhan 0,98 persen.

Pertumbuhan industri pengolahan yang tinggi menunjukkan masih kuatnya aktivitas hilirisasi dan pengolahan sumber daya di Sulawesi Tenggara. Sektor konstruksi dan perdagangan juga turut memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi daerah.

Investasi Pembangunan Smelter Dorong Pertumbuhan

Dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 13,92 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh realisasi investasi, termasuk pembangunan proyek-proyek industri dan smelter.

Selanjutnya, konsumsi pemerintah tumbuh 12,53 persen, sementara ekspor meningkat 12,07 persen.

Adapun konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh sebesar 6,15 persen, sedangkan konsumsi rumah tangga mengalami pertumbuhan sebesar 5,18 persen.

Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara pada Triwulan II 2026 tidak hanya ditopang oleh aktivitas produksi, tetapi juga didukung oleh investasi, pengeluaran pemerintah, serta peningkatan aktivitas perdagangan luar daerah dan ekspor.

Dengan pertumbuhan yang tetap berada di atas 6 persen selama dua triwulan berturut-turut, perekonomian Sulawesi Tenggara menunjukkan tren yang cukup kuat. Ke depan, penguatan sektor industri pengolahan, investasi, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan aktivitas ekspor diharapkan dapat terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.(*)

 

Editor:NZ