NewsMetro

Normalisasi Kali Kadia Dikebut, Sedimentasi Sepanjang 1,1 Kilometer Segera Dikeruk

55
×

Normalisasi Kali Kadia Dikebut, Sedimentasi Sepanjang 1,1 Kilometer Segera Dikeruk

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari memadukan penanganan sedimentasi dengan penataan kawasan Kali Kadia. Normalisasi kali sepanjang sekitar 1,1 kilometer disiapkan untuk mengembalikan fungsi aliran air sekaligus mendukung pekerjaan Penataan Kali Kadia (Lanjutan).

Pendangkalan yang terjadi akibat penumpukan sedimentasi menjadi salah satu perhatian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari. Material yang mengendap di dasar kali dinilai perlu segera ditangani agar kapasitas aliran tetap terjaga.

Kepala Dinas PUPR Kota Kendari Muhammad Jayadi mengatakan pengerukan sedimentasi sengaja diintegrasikan dengan pekerjaan penataan kawasan. Langkah tersebut dilakukan agar pembangunan tidak hanya menghasilkan kawasan yang lebih tertata, tetapi juga memperbaiki fungsi Kali Kadia sebagai saluran air perkotaan.

“Normalisasi kali menjadi bagian penting dalam mendukung penataan kawasan Kali Kadia. Karena itu, pengerukan sedimentasi dilakukan bersamaan dengan pekerjaan Penataan Kali Kadia (Lanjutan),” ujarnya.

Jayadi menjelaskan, penanganan sedimentasi menjadi bagian penting karena kondisi dasar kali yang mengalami pendangkalan dapat memengaruhi kelancaran aliran air. Dengan dilakukan pengerukan, kapasitas aliran diharapkan kembali lebih optimal.

Selain memperlancar aliran, normalisasi juga diharapkan dapat membantu mengurangi potensi genangan ketika terjadi peningkatan debit air. Karena itu, pekerjaan diarahkan berjalan beriringan dengan penataan kawasan sehingga aspek fungsi dan estetika kawasan dapat ditangani secara bersamaan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Kendari, Amsarula, mengungkapkan pengerukan sedimentasi akan mencakup sekitar 1,1 kilometer. Pihaknya berupaya memaksimalkan waktu pelaksanaan agar pekerjaan dapat segera dituntaskan tanpa menghambat pekerjaan lain.

“Iya, prinsipnya kami usahakan untuk memaksimalkan waktu pengerukannya supaya cepat tuntas dan tidak mengganggu item pekerjaan lainnya,” jelas Amsarula.

Ia menerangkan, kawasan yang menjadi fokus penataan memiliki panjang sekitar 671,5 meter di sisi kanan Kali Kadia. Namun, cakupan normalisasi lebih panjang karena material sedimentasi juga akan diangkut dari lokasi pekerjaan penataan Kali Kadia tahap sebelumnya.

“Kalau untuk kawasan yang mau ditata sekitar 671,5 meter, sisi kanan Kali Kadia. Tapi kalau untuk panjang pekerjaan normalisasinya lebih panjang dari itu karena kita mulai angkut sedimennya di lokasi pekerjaan penataan Kali Kadia yang awal dulu, tahun 2024, yang dekat Plaza Inn,” ungkapnya.

Menurut Amsarula, pengangkutan sedimentasi dari lokasi pekerjaan sebelumnya menjadi bagian dari rangkaian penanganan Kali Kadia secara menyeluruh. Dengan demikian, pekerjaan tidak hanya terfokus pada satu titik, tetapi turut menyentuh bagian kali yang membutuhkan penanganan sedimentasi.

Pekerjaan Penataan Kali Kadia (Lanjutan) sendiri merupakan kelanjutan dari program penataan yang telah dilakukan pemerintah daerah pada 2024. Kali Kadia kini ditata dengan pendekatan yang menggabungkan fungsi infrastruktur pengaliran air dan kualitas kawasan perkotaan.

Pemkot Kendari berupaya agar pengerukan dapat berlangsung efektif dan tidak mengganggu tahapan pekerjaan penataan. Kecepatan penyelesaian menjadi perhatian sehingga aktivitas masyarakat di sekitar kawasan tetap dapat berjalan dengan baik.

Melalui integrasi normalisasi dan penataan kawasan, pemerintah berharap Kali Kadia dapat memiliki fungsi aliran yang lebih optimal sekaligus tampil sebagai bagian dari kawasan perkotaan yang lebih tertata dan nyaman.(SM)