HeadlineBencana / KecelakaanDaerahNews

KM Legenda Nusantara 699 Terbakar di Perairan Kabaena, Dua ABK Meninggal dan 11 Orang Dievakuasi

886
×

KM Legenda Nusantara 699 Terbakar di Perairan Kabaena, Dua ABK Meninggal dan 11 Orang Dievakuasi

Share this article

TERAMEDIA.ID, BOMBANA – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap awak KM Legenda Nusantara 99 yang mengalami kecelakaan kapal di perairan sekitar Pulau Kabaena, Sulawesi Tenggara, resmi ditutup setelah seluruh 13 Person on Board (POB) berhasil dievakuasi.

Dalam peristiwa tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah korban lainnya membutuhkan penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan akibat cairan kimia (chemical).

Kecelakaan bermula ketika KM Legenda Nusantara 99 yang mengangkut 13 orang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Morowali mengalami kebakaran pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 01.00 Wita.

Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, kapal tersebut membawa muatan chemical dan alat berat. Kebakaran diduga terjadi akibat kebocoran cairan chemical di perairan antara Pulau Selayar dan Pulau Kabaena.

Seluruh POB kemudian berhasil dievakuasi terlebih dahulu oleh kapal penolong KM KBR Benua Dua. Namun, sejumlah awak kapal membutuhkan tindakan medis sehingga dilakukan proses medical evacuation (medevac) menuju fasilitas kesehatan.

Pelaksana Harian Kepala KPP Kendari, Iwan Gunawan, menjelaskan bahwa Comm Centre KPP Kendari menerima informasi mengenai kejadian tersebut pada pukul 08.35 Wita dari seorang pelapor bernama Zaenal.

Laporan menyebutkan bahwa KM Legenda Nusantara 99 dengan jumlah POB sebanyak 13 orang mengalami kecelakaan di sekitar Perairan Kabaena dan membutuhkan proses medevac.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 08.55 Wita, Tim Rescue Unit Siaga SAR Muna bersama potensi SAR diberangkatkan menuju titik pertemuan menggunakan speedboat milik Polair.

Titik pertemuan berada sekitar 3,5 nautical mile (NM) dari Pelabuhan Tampo.

Saat proses evakuasi berlangsung, kondisi cuaca di wilayah tersebut dilaporkan berawan dan berpotensi hujan ringan. Kecepatan angin mencapai sekitar 5 kilometer per jam dari arah timur laut, dengan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 0,75 meter, berdasarkan informasi BMKG.

Tim SAR gabungan selanjutnya melakukan koordinasi dan bertemu dengan kapal penolong KM KBR Benua Dua untuk melaksanakan proses evakuasi.

Sebanyak 12 orang POB dievakuasi menuju Pelabuhan Tampo pada pukul 09.00 Wita.

Para korban tiba di Pelabuhan Tampo pada pukul 10.40 Wita dan selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans milik Puskesmas Tampo dan Kesehatan Pelabuhan menuju RSUD L.M Baharuddin untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, dalam perjalanan evakuasi, Tim SAR menerima informasi bahwa salah seorang korban, Yudi Bagus (22), meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Pada pukul 11.10 Wita, Tim SAR gabungan kembali menuju kapal penolong KM KBR Benua Dua untuk mengevakuasi satu korban meninggal dunia lainnya.

Korban kemudian dievakuasi ke Pelabuhan Tampo dan tiba pada pukul 12.30 Wita, sebelum selanjutnya dibawa ke RSUD L.M Baharuddin.

Dengan selesainya proses evakuasi seluruh awak kapal, operasi SAR terhadap kecelakaan KM Legenda Nusantara 99 resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

Dari total 13 orang yang berada di atas kapal, dua orang dilaporkan meninggal dunia, yakni:

  • John Petro (42), Mualim II.
  • Yudi Bagus (22), bagian Jurusan Minyak.

Sementara salah seorang korban, Sahriar (42) yang merupakan nakhoda kapal, dilaporkan mengalami keracunan chemical dan membutuhkan penanganan medis.

Adapun POB lainnya yang dievakuasi terdiri dari Surya Darna, Harianto, Ace Fahrun, Ali Muhtar, Kasih, Andi Beri, Hidayanto, Final, Munafik, dan Aksan.

Operasi evakuasi melibatkan sejumlah unsur, di antaranya SMC dan Staf SMC, Unit Siaga SAR Muna, kru KM KBR Benua Dua, Polsek Tampo, Polair Muna, Babinsa Tampo, Kesehatan Pelabuhan, KUPP Raha, Puskesmas Tampo, Dinas Kesehatan Muna, serta masyarakat sekitar.

Sejumlah peralatan turut dikerahkan dalam operasi tersebut, antara lain speedboat, ambulans, rescue carrier, peralatan SAR medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, serta peralatan pendukung keselamatan lainnya.

Iwan Gunawan menyampaikan bahwa dengan telah dievakuasinya seluruh POB KM Legenda Nusantara 99, operasi SAR dinyatakan selesai.

Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat di laut, terutama ketika kapal membawa muatan yang berpotensi membahayakan keselamatan awak kapal.(*)

 

Editor:NZ