Pendidikan

Dari Sampah Jadi Kesan, KKN-PPM UGM Ajak Anak Batu Jaya Sulap Kemasan Bekas Menjadi Pembatas Buku

147
×

Dari Sampah Jadi Kesan, KKN-PPM UGM Ajak Anak Batu Jaya Sulap Kemasan Bekas Menjadi Pembatas Buku

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan – Di balik keindahan alam Desa Batu Jaya, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, persoalan pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi perhatian. Sampah anorganik, seperti kemasan makanan dan minuman, masih kerap dikelola dengan cara dibakar.

Padahal, pembakaran sampah anorganik berpotensi menimbulkan polusi udara yang dapat berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) mengajak anak-anak di Desa Batu Jaya untuk mengenal cara sederhana memanfaatkan kembali sampah melalui kegiatan kreatif bertajuk “Pembuatan Pembatas Buku dari Bahan Kemasan Bekas”.

Program tersebut digagas oleh Salma Ramadhani Putri Utomo, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 Unit SG004 Konawe Selatan Sub Unit Batu Jaya.

Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc., dosen FMIPA UGM selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Program menyasar anak-anak sebagai upaya mengenalkan konsep reusedan, recyclemelalui kegiatan yang edukatif, kreatif, dan menyenangkan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak memahami bahwa barang yang sudah dianggap sampah tidak selalu harus langsung dibuang atau dibakar. Beberapa kemasan bekas masih bisa dimanfaatkan kembali menjadi barang yang berguna, salah satunya pembatas buku,” ujar Salma.

Sebagai penggagas program, Salma mengawali kegiatan dengan memperkenalkan berbagai jenis sampah serta pentingnya mengurangi kebiasaan membakar sampah anorganik.

Anak-anak kemudian diajak mengenali berbagai jenis kemasan bekas yang masih dapat dimanfaatkan kembali melalui proses sederhana.

Setelah memahami konsep dasar pemanfaatan kembali barang bekas, peserta langsung mempraktikkan pembuatan pembatas buku dari kemasan yang telah disiapkan.

Dengan pendampingan mahasiswa KKN, anak-anak membersihkan kemasan bekas, memotongnya sesuai ukuran, kemudian menghiasnya menggunakan berbagai bahan seperti stiker, pita, gambar, dan ornamen lainnya.

Dari proses tersebut, lahirlah beragam pembatas buku berwarna-warni dengan bentuk dan karakter unik hasil kreativitas anak-anak.

“Anak-anak tidak hanya belajar mengenai lingkungan melalui penjelasan, tetapi juga langsung melihat bagaimana kemasan bekas dapat berubah menjadi karya yang bisa digunakan. Proses praktik seperti ini membuat pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami dan menyenangkan,**” kata Salma.

Selama kegiatan berlangsung, suasana dipenuhi antusiasme. Anak-anak tampak bersemangat memilih bahan dan menghias pembatas buku sesuai dengan imajinasi masing-masing.

Mereka juga terlihat bangga ketika kemasan yang sebelumnya dianggap sebagai sampah berhasil diubah menjadi karya yang menarik dan dapat digunakan dalam kegiatan belajar.

Selain melatih kreativitas, kegiatan tersebut turut membantu mengembangkan keterampilan motorik anak. Lebih dari itu, peserta diperkenalkan pada cara sederhana menjaga lingkungan melalui kebiasaan memanfaatkan kembali barang yang masih memiliki nilai guna.

Kegiatan ini juga dikaitkan dengan upaya mendukung budaya literasi. Pembatas buku hasil karya peserta dapat digunakan saat membaca buku pelajaran maupun buku cerita.

Dengan demikian, karya sederhana tersebut tidak hanya menjadi hasil kegiatan kerajinan, tetapi juga memiliki manfaat dalam mendukung kebiasaan membaca anak-anak.

“Harapannya, anak-anak dapat membawa pemahaman ini ke dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari hal sederhana, mereka bisa belajar lebih kreatif dalam memanfaatkan barang bekas sekaligus lebih peduli terhadap lingkungan,” tutur Salma.

Melalui program tersebut, anak-anak Desa Batu Jaya memperoleh pengalaman belajar mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis reuse dan recycle, sekaligus menghasilkan pembatas buku yang dapat dimanfaatkan dalam aktivitas membaca.

Tim KKN-PPM UGM Unit SG004 Konawe Selatan Sub Unit Batu Jaya berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kebiasaan kreatif, kepedulian terhadap lingkungan, serta minat baca sejak usia dini.

Dari kemasan bekas yang sederhana, anak-anak belajar bahwa sebuah barang dapat memiliki nilai baru ketika diolah dengan kreativitas. Sebuah langkah kecil yang diharapkan dapat menumbuhkan generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus gemar belajar.(*)

Editor:NZ