Pendidikan

Mahasiswa UGM Latih Anak Desa Batu Jaya Tari Modern, Padukan Kecak dan Kontemporer

189
×

Mahasiswa UGM Latih Anak Desa Batu Jaya Tari Modern, Padukan Kecak dan Kontemporer

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan – Seni menjadi salah satu media yang mampu membangun kreativitas, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus membuka ruang berekspresi bagi anak-anak. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar program “Pelatihan Tari Modern”bagi anak-anak di Desa Batu Jaya, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Program tersebut digagas oleh Melani Fatikan, mahasiswa Program Studi Manajemen dan Penilaian Properti, Sekolah Vokasi UGM, במסגרת KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 Unit SG004 Konawe Selatan Sub Unit Batu Jaya.

Pelaksanaan program berada di bawah bimbingan Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc., dosen FMIPA UGM selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Menariknya, pelatihan ini menghadirkan koreografi yang memadukan unsur gerakan Tari Kecak Bali dengan tari kontemporer. Perpaduan tersebut kemudian dikemas dalam sebuah penampilan dinamis dengan iringan lagu Diamonds, sehingga menciptakan pengalaman belajar seni yang dekat dengan minat anak-anak.

Melani mengungkapkan sebagai penggagas program, dirinya memandu langsung setiap sesi latihan, mulai dari pengenalan gerakan dasar hingga penyusunan koreografi secara utuh. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penguasaan teknik menari, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri, melatih koordinasi gerak, serta membangun rasa percaya diri melalui seni pertunjukan.

“Pada tahap awal, peserta diperkenalkan dengan gerakan khas Tari Kecak yang menekankan kekompakan, ritme, dan koordinasi antarpemain. Selanjutnya, gerakan tersebut dipadukan dengan unsur tari kontemporer untuk menghasilkan penampilan yang lebih dinamis dan ekspresif.” lugas melani (2/8/2026)

Perpaduan unsur tradisional dan modern tersebut menjadi pengalaman baru bagi anak-anak. Selain mempelajari gerakan tari, mereka juga mendapat kesempatan untuk mengenal salah satu kekayaan seni budaya Indonesia melalui pendekatan yang lebih kreatif.

Latihan dilaksanakan secara bertahap, mulai dari penguasaan gerakan dasar, pengaturan pola lantai, hingga penyelarasan gerakan dengan iringan musik. Meski pada awalnya beberapa anak terlihat malu dan kurang percaya diri, mereka perlahan mulai berani tampil di depan teman-temannya dan menunjukkan perkembangan positif dalam setiap pertemuan.

“Tari modern dapat melatih motorik anak sekaligus meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam berekspresi,” ujar Repelita, Kepala Desa Batu Jaya.

Suasana latihan yang penuh tawa dan semangat membuat anak-anak menikmati setiap proses pembelajaran. Tidak hanya belajar menari, mereka juga dilatih untuk membangun disiplin, kerja sama, kekompakan, serta saling mendukung dalam menyelesaikan koreografi bersama.

Melalui program ini, anak-anak di Desa Batu Jaya diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman belajar seni tari, tetapi juga memiliki ruang yang positif untuk mengembangkan kreativitas dan keberanian dalam berekspresi.

Tim KKN-PPM UGM Unit SG004 Konawe Selatan Sub Unit Batu Jaya berharap pelatihan tersebut dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk terus mencintai seni dan budaya.

Hasil latihan tari tersebut rencananya akan ditampilkan dalam Festival Budaya Desa Batu Jaya sebagai bentuk apresiasi atas semangat, kreativitas, dan kerja keras anak-anak selama mengikuti pelatihan.(*)

Editor:NZ