News

Perkuat Identitas Desa Wisata, Mahasiswa KKN UGM Bangun Gapura Bersama Warga Namu

396
×

Perkuat Identitas Desa Wisata, Mahasiswa KKN UGM Bangun Gapura Bersama Warga Namu

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II Tahun 2026 Unit SG-004 Konawe Selatan Sub Unit Namu A bersama warga Desa Namu, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, bergotong royong membangun gapura sebagai penanda kawasan Desa Wisata Namu.

Program pembangunan gapura tersebut digagas oleh Calviendra Reiky Laksana, mahasiswa S-1 Teknik Sipil UGM, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc.

Pembangunan fasilitas tersebut menjadi salah satu program mahasiswa KKN-PPM UGM untuk memperkuat identitas kawasan sekaligus mempercantik akses masuk Desa Namu. Gapura ditempatkan di salah satu akses utama menuju kawasan desa sehingga dapat menjadi penanda bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.

Menariknya, pembangunan gapura tidak hanya dikerjakan oleh mahasiswa KKN. Warga Desa Namu turut terlibat sejak tahap persiapan hingga pengerjaan bagian-bagian gapura.

Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam program tersebut karena fasilitas desa dibangun melalui semangat gotong royong dengan memanfaatkan tenaga dan partisipasi masyarakat setempat.

Pada bagian kiri gapura tercantum tulisan DESA WISATA NAMUserta identitas “KKN-PPM UGM P2 2026″. Sementara itu, bagian kanan memuat informasi wilayah Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Penempatan informasi tersebut diharapkan memudahkan masyarakat dan pengunjung mengenali kawasan ketika memasuki Desa Wisata Namu.

Selain berfungsi sebagai penanda wilayah, gapura dirancang sebagai bagian dari identitas visual Desa Namu. Struktur sederhana dengan material yang tersedia di lingkungan sekitar dipadukan dengan warna dan ornamen yang mencerminkan karakter kawasan pedesaan.

Keberadaan pepohonan kelapa, vegetasi tropis, serta kondisi jalan desa turut memberikan nuansa alami pada kawasan sekitar gapura. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan membuat akses masuk Desa Namu terlihat lebih tertata dan memberikan kesan yang lebih kuat bagi pengunjung.

Calviendra mengatakan pembangunan gapura tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menciptakan fasilitas yang dapat digunakan bersama.

“Pembangunan gapura ini kami harapkan bukan hanya menjadi pekerjaan mahasiswa KKN, tetapi juga menjadi hasil gotong royong bersama warga. Dengan begitu, gapura ini memiliki nilai bagi masyarakat karena dibangun dan dimanfaatkan bersama,” ujar Calviendra.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-PPM UGM berperan menggagas, merancang, dan mengoordinasikan program, sedangkan masyarakat turut berkontribusi dalam proses pengerjaan di lapangan.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus menghasilkan fasilitas yang tetap memberikan manfaat setelah masa pelaksanaan KKN berakhir.

Gapura tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu fasilitas pendukung Desa Wisata Namu. Identitas kawasan yang lebih jelas pada akses masuk desa juga dapat membantu pengunjung mengenali potensi wisata yang dimiliki Desa Namu.

Bagi mahasiswa KKN-PPM UGM, pembangunan gapura menjadi salah satu bentuk kontribusi yang dapat ditinggalkan untuk masyarakat. Lebih dari sekadar bangunan di pintu masuk, fasilitas itu menjadi simbol kerja bersama mahasiswa dan warga dalam memperkuat identitas Desa Wisata Namu.(*)

Editor:NZ