NewsMetro

Irigasi Bersih Jadi Gerakan Bersama, Pemkot Kendari dan BWS Sulawesi IV Perkuat Ketahanan Pangan

26
×

Irigasi Bersih Jadi Gerakan Bersama, Pemkot Kendari dan BWS Sulawesi IV Perkuat Ketahanan Pangan

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Menjaga saluran irigasi tetap berfungsi bukan hanya soal mengalirkan air ke sawah, tetapi juga menjaga keberlangsungan produksi pangan. Semangat itulah yang ditunjukkan Pemerintah Kota Kendari bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari melalui Gerakan Irigasi Bersih yang digelar di Daerah Irigasi Amohalo, Kecamatan Baruga, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini dilaksanakan serentak secara nasional melalui sambungan daring. Di Kendari, aksi tersebut melibatkan pemerintah daerah, BWS Sulawesi IV, Forkopimda, organisasi perangkat daerah, kelompok tani, hingga Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Mewakili Wali Kota Kendari, Wakil Wali Kota Sudirman menegaskan bahwa keberadaan jaringan irigasi memiliki peran strategis dalam menjaga produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, Daerah Irigasi Amohalo merupakan salah satu kawasan penting yang menopang sektor pertanian Kota Kendari sehingga kondisi saluran irigasinya harus terus dipelihara agar mampu mendistribusikan air secara optimal kepada petani.

“Atas nama Pemerintah Kota Kendari, kami mengapresiasi Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari yang telah menginisiasi Gerakan Irigasi Bersih. Ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mendukung kedaulatan pangan yang dimulai dari daerah,” ujarnya.

Sudirman mengatakan, irigasi yang bersih akan memperlancar distribusi air ke lahan pertanian sehingga produktivitas hasil panen dapat terus meningkat. Dampaknya bukan hanya dirasakan petani, tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan daerah.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga saluran irigasi. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan irigasi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan budaya gotong royong yang melibatkan semua pihak.

“Kami berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menjaga saluran irigasi harus menjadi kebiasaan bersama agar infrastruktur yang telah dibangun tetap berfungsi dan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Pemerintah Kota Kendari, lanjutnya, akan terus memperkuat sinergi dengan BWS Sulawesi IV Kendari dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam pembangunan infrastruktur pertanian guna mendukung program ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Kepala BWS Sulawesi IV Kendari, Muh Harliansyah, menjelaskan bahwa meskipun Daerah Irigasi Amohalo merupakan kewenangan pemerintah kota karena memiliki luas di bawah 1.000 hektare, pemerintah pusat tetap memberikan dukungan melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Irigasi.

Ia mengungkapkan, pada 2025 BWS Sulawesi IV telah merehabilitasi sekitar satu kilometer jaringan irigasi Amohalo dengan anggaran sekitar Rp2,3 miliar yang mampu melayani sekitar 200 hektare lahan pertanian.

Pada 2026, rehabilitasi kembali dilanjutkan dengan penanganan sekitar 1,4 kilometer jaringan irigasi. Selain itu, pembangunan kembali Bendung dan Jaringan Irigasi Labibia juga akan dilaksanakan untuk mengairi sekitar 210 hektare lahan pertanian di Kota Kendari.

“Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional. Kami berharap seluruh masyarakat ikut menjaga jaringan irigasi yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Harliansyah.

Ia juga mengungkapkan bahwa Sulawesi Tenggara memperoleh alokasi anggaran Program Inpres Irigasi terbesar di Indonesia pada 2026, yakni sekitar Rp1,2 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk rehabilitasi jaringan irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota.

Usai seremoni pembukaan, Wakil Wali Kota Kendari bersama Kepala BWS Sulawesi IV, unsur Forkopimda, kepala OPD, kelompok tani, dan masyarakat turun langsung membersihkan saluran irigasi di kawasan persawahan Amohalo. Aksi tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga infrastruktur pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan di Kota Kendari.(SM)