EkonomiNews

Bank Indonesia Sultra Perkuat Digitalisasi Pembayaran Lewat QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026

1052
×

Bank Indonesia Sultra Perkuat Digitalisasi Pembayaran Lewat QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026

Share this article

TERAMEDIA.ID, Kendari – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara terus mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran melalui penyelenggaraan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Sulawesi Tenggara 2026. Mengusung tema “Jelajah Kuliner Nusantara, Bayar Praktis dengan QRIS”, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.

Program tersebut tidak hanya mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan QRIS, tetapi juga mengintegrasikan promosi UMKM, kuliner lokal, pariwisata, serta budaya Sulawesi Tenggara melalui konsep experiential learning. Kegiatan berlangsung di tiga daerah, yakni Kota Kendari, Kota Baubau, dan Kabupaten Muna.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Dari 227 pendaftar yang mengikuti proses seleksi pada 25–30 Juni 2026, Bank Indonesia menetapkan delapan tim yang terdiri dari 24 peserta dan delapan fasilitator untuk menjalankan berbagai misi edukasi sejak 8 hingga 12 Juli 2026.

Selama pelaksanaan, para peserta mengampanyekan penggunaan QRIS, program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, pelindungan konsumen, pemanfaatan transportasi online, hingga promosi kuliner dan produk UMKM unggulan Sulawesi Tenggara.

Hasilnya, program tersebut berhasil mencatatkan capaian yang positif. Edukasi transportasi online menjangkau 270 orang, pengalaman penggunaan tujuh fitur QRIS diikuti 369 pengguna, sementara edukasi CBP Rupiah dan Pelindungan Konsumen (PeKA) menjangkau 1.541 masyarakat.

Di ruang digital, konten edukasi yang dipublikasikan melalui media sosial juga mendapat respons yang tinggi dengan total *engagement* mencapai 652.974 dan menjangkau 23.834 akun.

Kegiatan di Kabupaten Muna menjadi salah satu agenda utama karena dirangkaikan dengan Festival Liangkobhori ke-4 yang dihadiri Menteri Kebudayaan RI, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Deputi Kementerian Pariwisata RI, Gubernur Sulawesi Tenggara, Bupati Muna, serta jajaran Forkopimda.

Festival tersebut menjadi momentum penting setelah Gua Liangkobhori diakui sebagai situs prasejarah dengan lukisan cadas tertua di dunia berusia sekitar 67.800 tahun berdasarkan penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang telah tercatat dalam Guinness World Records.

Selain mengikuti festival budaya, peserta juga diajak mengenal berbagai kekayaan budaya Muna, mulai dari Tradisi Ewa Wuna, atraksi layang-layang Kaghati Kolope, Tari Linda dan Modero, hingga proses pembuatan makanan tradisional Tunuha.

Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia turut memberikan dukungan terhadap pengembangan kawasan wisata Gua Liangkobhori, penguatan UMKM binaan seperti Tenun Masalili, serta implementasi transaksi digital menggunakan QRIS bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, mengatakan bahwa QRIS Jelajah Kuliner Indonesia merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia mempercepat transformasi digital sekaligus memperkuat ekonomi daerah melalui kolaborasi dengan sektor pariwisata dan UMKM.

“QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Sulawesi Tenggara 2026 merupakan wujud komitmen Bank Indonesia dalam memperluas digitalisasi sistem pembayaran sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis UMKM dan pariwisata. Kami ingin masyarakat merasakan langsung kemudahan, keamanan, dan efisiensi transaksi menggunakan QRIS dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Edwin.

Menurutnya, pendekatan yang digunakan dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi masyarakat terhadap sistem pembayaran digital sekaligus memperluas akseptasi QRIS di berbagai sektor.

“Melalui pendekatan experiential learning, peserta tidak hanya menerima edukasi, tetapi juga menjadi agen literasi yang mengajak masyarakat mengenal QRIS, Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, serta pentingnya pelindungan konsumen. Harapannya, penggunaan QRIS semakin meluas dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Sulawesi Tenggara,” katanya.

Edwin menambahkan, sinergi antara digitalisasi pembayaran, pengembangan UMKM, serta promosi pariwisata dan budaya menjadi strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Bank Indonesia akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar digitalisasi pembayaran semakin memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami optimistis ekosistem ekonomi dan keuangan digital akan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara di masa depan,” tutupnya.(*)

Editor:NZ