NewsPendidikan

Tim PDB FPIK UM Kendari Bangun Habitat Laut Baru di Desa Wisata Namu

581
×

Tim PDB FPIK UM Kendari Bangun Habitat Laut Baru di Desa Wisata Namu

Share this article

 

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PDB) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari membangun habitat laut buatan melalui penurunan apartemen ikan yang terintegrasi dengan atraktor cumi-cumi dan transplantasi karang di perairan Desa Wisata Namu, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan.

Kegiatan yang berlangsung pada 9–24 Juli 2026 ini merupakan bagian dari program pengabdian bertajuk *Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Sinergitas Wisata Bahari dan Ekonomi Kreatif dalam Mendorong Kemandirian Ekonomi Desa Namu sebagai Desa Wisata Unggulan di Kabupaten Konawe Selatan*. Program tersebut didukung pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Pelaksanaan kegiatan melibatkan Tim PDB FPIK UM Kendari yang dipimpin Dr. Mohammad Rais, S.Pi., M.Si., bersama Rahman Shaadikin, S.Pi., M.Si., Patta Hindi Azis, S.Sos., M.A., dan Lely Okmawaty Anwar, S.Pi., M.Si., serta mahasiswa FPIK UM Kendari, mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada, mahasiswa KKN Universitas Halu Oleo, Kelompok Nelayan Namu Bahari, dan Namu Diving Club (NDC).

Ketua Tim PDB FPIK UM Kendari, Dr. Mohammad Rais, menjelaskan bahwa apartemen ikan yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai rumpon dasar, tetapi juga dirancang menjadi habitat laut baru yang menggabungkan fungsi konservasi dan peningkatan produktivitas perikanan.

“Struktur ini menjadi tempat berlindung dan berkumpulnya ikan, sekaligus media transplantasi karang dan atraktor cumi-cumi. Harapannya dapat membentuk ekosistem baru yang meningkatkan produktivitas perairan Desa Namu,” ujarnya.

Tim mengembangkan tiga tipe apartemen ikan, yakni struktur dasar sebagai habitat ikan, struktur yang dilengkapi atraktor cumi-cumi untuk mendukung reproduksi, serta model terowongan yang dilengkapi dudukan bibit karang sebagai media rehabilitasi ekosistem sekaligus objek wisata bawah laut. Seluruh konstruksi dibuat menggunakan besi tulangan ulir yang dirancang kuat dan tahan terhadap kondisi perairan laut.

Apartemen ikan ditempatkan di kawasan berpasir yang berdekatan dengan terumbu karang alami pada kedalaman sekitar empat meter saat surut dan delapan hingga sembilan meter saat pasang. Lokasi tersebut dipilih agar struktur tetap stabil, mudah dipantau, serta mendukung aktivitas wisata bahari seperti snorkeling, freediving, dan scuba diving. Proses penurunan dilakukan bersama penyelam Namu Diving Club untuk memastikan seluruh struktur terpasang sesuai rencana.

Selain membangun infrastruktur bawah laut, kegiatan ini juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat. Kelompok Nelayan Namu Bahari terlibat sejak proses perakitan hingga pemasangan, sementara mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ikut mendampingi kegiatan sebagai bagian dari pembelajaran pengelolaan sumber daya pesisir berbasis konservasi.

Keberadaan apartemen ikan diharapkan mampu meningkatkan kualitas habitat laut, mendukung pertumbuhan terumbu karang, menarik berbagai jenis ikan dan cumi-cumi, sekaligus menjadi destinasi wisata bawah laut baru di Desa Wisata Namu. Pengembangan tersebut juga diyakini dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui jasa wisata bahari, penyewaan peralatan selam, transportasi laut, homestay, hingga usaha ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Menurut Dr. Mohammad Rais, keberhasilan program sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam menjaga dan mengelola fasilitas yang telah dibangun.

“Tujuan utama kami bukan sekadar menempatkan apartemen ikan, tetapi membangun sistem pengelolaan pesisir berbasis masyarakat. Kami berharap kawasan ini menjadi pusat edukasi lingkungan sekaligus destinasi wisata bahari yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Namu,” katanya.

Melalui program ini, FPIK UM Kendari berupaya mengintegrasikan konservasi laut, penguatan sektor perikanan, pengembangan wisata bahari, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat guna memperkuat posisi Desa Namu sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Kabupaten Konawe Selatan.(*AN)

Editor;NZ