NewsMetro

Pemkot Kendari Perkuat Pengawasan Program MBG, Wali Kota Bakal Pimpin Rapat Evaluasi

302
×

Pemkot Kendari Perkuat Pengawasan Program MBG, Wali Kota Bakal Pimpin Rapat Evaluasi

Share this article

 

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Pemerintah Kota Kendari tidak ingin pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya dinilai dari tingginya jumlah penerima manfaat. Lebih dari itu, kualitas layanan, efektivitas distribusi, hingga kepuasan siswa menjadi perhatian utama agar program nasional tersebut benar-benar memberikan dampak bagi tumbuh kembang anak.

Komitmen itu ditegaskan dalam audiensi antara Wali Kota Kendari Siska Karina Imran dengan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari, Mulyadi, di ruang kerja Wali Kota Kendari, Senin (27/7/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Ketua DPRD Kota Kendari, Sekretaris Daerah, Asisten I, Inspektur Kota Kendari, Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Sulawesi Tenggara Maharanny Puspaningrum, Satgas MBG Kota Kendari, serta sejumlah kepala OPD terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Perikanan.

Dalam laporannya, Mulyadi mengungkapkan pelaksanaan Program MBG di Kota Kendari terus menunjukkan perkembangan positif. Dari 40 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang direncanakan, sebanyak 36 telah beroperasi dan mampu melayani sekitar 90 persen sasaran penerima manfaat.

Selain memaparkan progres tersebut, KPPG juga mengusulkan agar dibentuk forum evaluasi rutin yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan. Forum itu akan membahas berbagai aspek penting, mulai dari standar keamanan pangan, sertifikasi halal, rantai pasok bahan baku, stabilitas harga, hingga pemanfaatan tenaga kerja lokal pada setiap SPPG.

“Kami mengusulkan rapat koordinasi rutin setiap bulan agar semua persoalan bisa dibahas bersama. Jadi bukan hanya melihat capaian, tetapi juga memperbaiki hal-hal yang masih perlu disempurnakan,” ujar Mulyadi.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Kendari menyambut baik usulan tersebut dan memastikan Pemerintah Kota Kendari akan menjadwalkan rapat koordinasi lintas sektor pada awal Agustus mendatang.

Menurut Siska, keberhasilan sebuah program tidak cukup diukur dari laporan administratif, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak dalam mendeteksi persoalan sejak dini.

Ia meminta seluruh pengelola program bersikap terbuka dan tidak menutupi berbagai kendala yang dihadapi selama pelaksanaan MBG.

“Kalau ada persoalan di lapangan, sampaikan apa adanya. Jangan hanya yang baik-baiknya. Dengan begitu kita bisa mengambil langkah cepat agar pelayanan terus membaik,” tegasnya.

Siska juga memberikan perhatian terhadap kebiasaan makan para siswa. Ia mengusulkan agar dilakukan pemetaan terhadap menu yang paling diminati sehingga makanan yang disajikan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga habis dikonsumsi.

Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat maksimal sekaligus menghindari pemborosan akibat makanan yang tidak dimakan.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Kendari memastikan dukungan terhadap berbagai kebutuhan pelaksanaan program, termasuk kemudahan perizinan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah serta pelaksanaan skrining kesehatan bagi relawan SPPG.

Melalui penguatan koordinasi lintas sektor, evaluasi berkala, dan keterbukaan dalam menyelesaikan persoalan, Pemerintah Kota Kendari berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan optimal. Tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah, program ini juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui pemberdayaan pelaku usaha dan rantai pasok pangan di Kota Kendari.(SM)

 

Editor:NZ