NewsMetro

Pemkot Kendari Catat 2.318 Panggilan ke Call Center 112 Selama Juni, Layanan Kelistrikan Paling Banyak Dilaporkan

39
×

Pemkot Kendari Catat 2.318 Panggilan ke Call Center 112 Selama Juni, Layanan Kelistrikan Paling Banyak Dilaporkan

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Pemerintah Kota Kendari terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui layanan Call Center 112 yang menjadi saluran cepat bagi masyarakat dalam menyampaikan berbagai pengaduan dan kondisi kedaruratan. Sepanjang periode 1 hingga 30 Juni 2026, layanan tersebut menerima 2.318 panggilan dari masyarakat dengan tingkat validitas yang terus menunjukkan tren positif.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, mengatakan dari total panggilan yang masuk, sebanyak 1.570 panggilan atau sekitar 68 persen merupakan panggilan valid, sedangkan 748 panggilan atau 32 persen merupakan panggilan tidak valid berupa prank call maupun panggilan kosong.

“Setiap panggilan yang valid langsung diverifikasi oleh petugas call taker sebelum diteruskan menjadi laporan resmi kepada organisasi perangkat daerah atau instansi yang berwenang. Call Center 112 menjadi salah satu instrumen penting Pemerintah Kota Kendari untuk memastikan setiap keluhan masyarakat dapat ditangani secara cepat dan terkoordinasi,” ujar Sahuriyanto.

Ia menjelaskan, selama Juni 2026 terdapat 167 tiket laporan yang diteruskan kepada instansi terkait. Dari jumlah tersebut, sebanyak 111 laporan atau 66 persen telah berhasil ditindaklanjuti hingga tuntas, sementara 56 laporan lainnya masih dalam proses penyelesaian. Secara keseluruhan, kualitas layanan Call Center 112 mengalami peningkatan dengan capaian pelayanan mencapai 67 persen.

Berdasarkan data yang dihimpun, PLN menjadi instansi yang menerima laporan terbanyak dengan 49 laporan dan seluruhnya berhasil diselesaikan. Selanjutnya Dinas Perhubungan menerima 28 laporan, yang sebagian besar berkaitan dengan lampu penerangan jalan umum. Dari jumlah tersebut, satu laporan telah selesai ditangani, sementara sisanya masih dalam proses.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) menerima 15 laporan, sedangkan Satuan Polisi Pamong Praja menangani 18 laporan dan seluruhnya telah diselesaikan. Kepolisian Resor Kota Kendari juga menerima 12 laporan yang telah ditindaklanjuti sesuai kewenangannya.

Menurut Sahuriyanto, tingginya laporan yang masuk menunjukkan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Call Center 112 sebagai pusat pengaduan terpadu milik Pemerintah Kota Kendari.

“Kepercayaan masyarakat ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi kecepatan menerima laporan maupun koordinasi dengan seluruh OPD dan instansi teknis agar setiap pengaduan dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.

Dari sisi jenis kejadian, persoalan kelistrikan mendominasi laporan masyarakat. Tercatat sebanyak 28 laporan berkaitan dengan korsleting listrik dan 28 laporan mengenai kerusakan lampu penerangan jalan umum. Selain itu terdapat 14 laporan permintaan penebangan pohon, enam laporan terkait orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), serta berbagai laporan lain yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan, ketertiban umum, kesehatan, hingga kondisi infrastruktur.

Keberhasilan layanan ini juga didukung oleh kinerja para petugas call taker yang bekerja selama 24 jam. Sepanjang Juni, petugas Annisasetya menjadi operator dengan jumlah penanganan panggilan terbanyak, yakni 280 panggilan, disusul Nurhayati sebanyak 247 panggilan dan Hafniawati 207 panggilan.

Sahuriyanto menambahkan, laporan bulanan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bersama seluruh instansi terkait agar kualitas pelayanan publik terus meningkat, khususnya terhadap laporan yang masih membutuhkan waktu penyelesaian lebih panjang.

“Kami berharap seluruh OPD semakin memperkuat koordinasi sehingga setiap laporan masyarakat dapat ditangani lebih cepat, tepat, dan tuntas. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan pelayanan publik yang responsif, efektif, dan mampu memberikan rasa aman serta nyaman bagi seluruh warga Kota Kendari,” tutupnya.(SM)