NewsMetro

Pemkot Kendari Gandeng Taspen Tingkatkan Literasi Keuangan ASN, Wawali Ingatkan Bahaya Pinjol dan Investasi Ilegal

24
×

Pemkot Kendari Gandeng Taspen Tingkatkan Literasi Keuangan ASN, Wawali Ingatkan Bahaya Pinjol dan Investasi Ilegal

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Di tengah maraknya tawaran investasi bodong dan pinjaman online yang menjerat masyarakat, Pemerintah Kota Kendari mengambil langkah preventif dengan memperkuat literasi keuangan bagi aparatur sipil negara. Upaya itu diwujudkan melalui Sosialisasi Program Taspen Group dan Literasi Keuangan yang digelar di Aula Samaturu Kantor Wali Kota Kendari, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan yang diikuti ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) se-Kota Kendari tersebut dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman. Hadir dalam kegiatan itu Branch Manager PT Taspen (Persero) Cabang Kendari, Ilmia Rizki, bersama jajaran Taspen Life dan Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap), serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pejabat pengelola kepegawaian.

Sosialisasi ini tidak hanya membahas program perlindungan dan jaminan sosial bagi ASN, tetapi juga menjadi ruang edukasi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat sebagai bekal menghadapi masa depan.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menegaskan bahwa PT Taspen memiliki peran penting dalam memberikan perlindungan dan kepastian kesejahteraan bagi aparatur negara sejak aktif bekerja hingga memasuki masa pensiun.

Menurutnya, masih banyak ASN yang belum memahami secara menyeluruh hak, kewajiban, maupun manfaat berbagai program perlindungan yang disediakan pemerintah melalui Taspen. Karena itu, kegiatan sosialisasi seperti ini dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman sekaligus memastikan hak-hak pegawai dapat terpenuhi dengan baik.

“Taspen sebagai penyelenggara jaminan sosial bagi ASN memiliki peran yang sangat strategis dalam menjamin kesejahteraan aparatur negara. Namun, kita harus mengakui bahwa pemahaman mengenai hak dan kewajiban serta berbagai program proteksi yang ditawarkan sering kali belum dipahami secara utuh oleh sebagian besar ASN kita,” kata Sudirman.

Selain membahas perlindungan ketaspenan, Sudirman menyoroti pentingnya literasi keuangan di tengah perkembangan sektor keuangan yang semakin dinamis. Ia mengingatkan ASN agar mampu menjadi teladan dalam mengelola keuangan keluarga dan tidak mudah tergiur oleh tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar tanpa dasar yang jelas.

Menurutnya, kemampuan mengelola pendapatan, menabung, berinvestasi secara legal, dan merencanakan masa pensiun menjadi keterampilan yang wajib dimiliki setiap aparatur pemerintah.

“ASN sebagai motor penggerak birokrasi harus mampu menjadi contoh dalam pengelolaan keuangan yang sehat, menghindari terjebak dalam investasi ilegal atau pinjaman online yang merugikan, serta mampu memanfaatkan produk keuangan yang sah dan menguntungkan untuk kesejahteraan keluarga,” tegasnya.

Sementara itu, Branch Manager PT Taspen Cabang Kendari, Ilmia Rizki, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Taspen Group dalam memperluas pemahaman ASN mengenai program perlindungan yang menjadi hak mereka.

Ia menjelaskan, program utama Taspen saat ini mencakup empat pilar perlindungan, yakni Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKm). Keempat program tersebut dirancang untuk memberikan rasa aman bagi ASN dan keluarganya dalam berbagai kondisi.

Khusus bagi pegawai P3K, Ilmia menjelaskan bahwa skema perlindungan yang berlaku saat ini memiliki perbedaan dibandingkan PNS. P3K belum mendapatkan manfaat pensiun bulanan reguler sehingga diperlukan perencanaan keuangan yang lebih matang sejak dini.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Taspen Life menghadirkan program perlindungan tambahan yang memungkinkan peserta membangun tabungan masa depan secara mandiri dengan nilai iuran yang terjangkau.

“Untuk rekan-rekan P3K, saat ini batasannya memang baru pada jaminan hari tua ketika memasuki masa pensiun dan belum mencakup program pensiun bulanan secara reguler. Oleh karena itu, Taspen Life hadir memberikan solusi berupa program top-up tabungan proteksi mandiri dengan nominal yang sangat inklusif,” jelas Ilmia.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Kendari berharap seluruh ASN dan P3K semakin memahami hak-hak ketaspenan serta memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak. Di akhir kegiatan, seluruh pengelola kepegawaian OPD juga diminta menyebarluaskan informasi yang diperoleh kepada pegawai di unit kerja masing-masing agar seluruh hak administratif ASN dapat diproses secara tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan aparatur daerah.(SM)