NewsMetro

Kebakaran Lahan Kosong di Anggoeya Bikin Warga Cemas, Api Nyaris Dekati Permukiman

17
×

Kebakaran Lahan Kosong di Anggoeya Bikin Warga Cemas, Api Nyaris Dekati Permukiman

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Kebakaran kembali terjadi di lahan kosong, kobaran api yang membesar membuat warga khawatir api merembet ke kawasan permukiman di sekitar Perumahan Wardana, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Kamis (13/8/2026).

Salah seorang warga Perumahan Wardana, Fatolosa Daeli, menjadi salah satu warga yang pertama mengetahui kejadian tersebut. Ia mengaku langsung keluar rumah setelah mendengar teriakan tetangga.

Saat melihat ke arah lahan, Fatolosa mendapati api sudah membesar. Karena khawatir tidak mampu menangani kobaran api secara mandiri, ia memilih segera menyebarkan informasi melalui grup warga sekaligus menghubungi petugas pemadam kebakaran.

“Tadi tetangga berteriak. Saya langsung keluar. Saya lihat api sudah besar, percuma kita padamkan sendiri. Makanya saya posting di grup dan kasih tahu teman-teman yang bisa membantu menghubungi pemadam,” kata Fatolosa.

Ia kemudian mendatangi petugas pemadam kebakaran untuk memastikan laporan tersebut segera ditindaklanjuti. Namun, saat tiba, kendaraan pemadam sudah lebih dahulu bergerak menuju lokasi.

Menurut Fatolosa, kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Ia tidak mengetahui secara pasti sumber maupun penyebab munculnya api. Ketika pertama kali melihatnya, kobaran sudah cukup besar dan berada di sekitar lahan yang berdekatan dengan jalan utama.

Yang membuat warga semakin resah, lokasi tersebut bukan pertama kali mengalami kebakaran. Lahan kosong itu disebut beberapa kali terbakar, bahkan pernah terdapat aktivitas pembakaran ban di kawasan tersebut.

“Ini lahan kosong. Sudah beberapa kali kebakaran memang. Kadang-kadang orang pernah bakar ban di situ,” ungkapnya.

Meski sebelumnya pernah terjadi kebakaran cukup besar, Fatolosa menyebut kejadian kali ini memiliki jangkauan yang berbeda. Kobaran api terlihat mencapai bagian lahan yang sebelumnya belum pernah terdampak.

“Ini paling besar. Sebenarnya pernah ada dulu yang besar, tapi besarnya ke arah sana. Kalau yang sekarang sampai di sini, sebelumnya belum pernah,” jelasnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kawasan lahan kosong berada tidak jauh dari rumah warga. Fatolosa memperkirakan terdapat sekitar 60 rumah di kawasan BTN Wardana, termasuk lingkungan RT 20, RW 6.

Kedekatan lokasi kebakaran dengan rumah membuat warga harus meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi lahan kering dan api mudah menjalar.

“Sangat khawatir. Apalagi rumah saya dekat sini, paling ujung. Makanya saya segera posting tadi dan hubungi Damkar,” ujarnya.

Setelah menerima laporan melalui layanan darurat 112, petugas pemadam kebakaran langsung melakukan penanganan. Dua regu dikerahkan untuk memadamkan sekaligus mengendalikan kobaran api, masing-masing dari Markas Komando (Mako) dan Pos Pemadam Kebakaran Poasia.

Upaya pemadaman juga mendapat bantuan warga sekitar. Mereka ikut membantu petugas agar api tidak meluas dan mendekati permukiman.

Lurah Anggoeya, Muh Idil, turut turun ke lokasi untuk membantu proses penanganan bersama petugas dan masyarakat.

Penanganan dilakukan secara bersama-sama hingga kobaran api dapat dikendalikan. Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut.

Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bagi warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya di kawasan permukiman yang berbatasan dengan lahan kosong. Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan mengancam keselamatan rumah maupun lingkungan sekitar.(SM)