HeadlineEkonomiNews

Diikuti 1.300 Peserta,FORKESTRA 2026 Dorong Ekonomi Sultra Lebih Inklusif dan Berdaya Saing Global

445
×

Diikuti 1.300 Peserta,FORKESTRA 2026 Dorong Ekonomi Sultra Lebih Inklusif dan Berdaya Saing Global

Share this article

 TERAMEDIA.ID, Kota Kendari – Ribuan peserta dari berbagai kalangan berkumpul di Kendari dalam puncak Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (FORKESTRA) 2026, Senin (5/10/2026). Forum yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara ini menjadi ruang bertemunya gagasan, pengalaman, dan strategi untuk mendorong ekonomi Sultra naik kelas.

Memasuki tahun keenam sejak dirintis pada 2020, FORKESTRA 2026 mengusung tema “Mewujudkan Ekosistem Ekonomi Sulawesi Tenggara yang Inklusif, Mandiri, dan Berdaya Saing Global.”

Tema tersebut bukan sekadar slogan. FORKESTRA diarahkan untuk memperkuat keterhubungan antara investasi, usaha lokal, sumber daya manusia, dan kebijakan, sehingga peluang ekonomi dapat dirasakan lebih luas sekaligus memperkuat daya saing daerah.

Tahun ini, FORKESTRA dikemas melalui tiga rangkaian utama, yakni sosialisasi dan diseminasi, kompetisi opini ilmiah, serta seminar nasional sebagai acara puncak.

Rangkaian tersebut dirancang untuk membawa peserta dari sekadar memahami persoalan ekonomi daerah hingga melahirkan gagasan yang berbasis analisis dan dapat menjadi masukan bagi perumusan kebijakan.

Pada puncak kegiatan, sekitar 1.300 peserta hadir. Mereka berasal dari kalangan mahasiswa, dosen dan akademisi, perbankan, korporasi, pelaku usaha hingga pemerintah daerah.

Seminar nasional menghadirkan tiga narasumber utama dengan latar belakang berbeda, yakni Irman Faiz, Lead Economist Bank Danamon; Prof. Azhar Bafadal, Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Halu Oleo; serta Xaviera Putri, penulis dan content creator.

 

Kehadiran tiga perspektif tersebut memperkaya diskusi FORKESTRA, mulai dari ekonomi, sektor pertanian hingga perspektif generasi muda dan dunia kreatif.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Dr. Ir. Hugua, M.Ling turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia memberikan apresiasi atas konsistensi FORKESTRA yang telah memasuki penyelenggaraan keenam.

Menurut Hugua, FORKESTRA menjadi ruang penting untuk menghimpun sekaligus merumuskan gagasan strategis dari berbagai sudut pandang dalam mendukung kemajuan ekonomi Sulawesi Tenggara.

“Forum ini menjadi sangat penting karena menjadi ruang untuk menghimpun dan merumuskan ide serta gagasan strategis dari berbagai sudut pandang dalam mendukung kemajuan perekonomian Sulawesi Tenggara,” ujar Hugua.

Puncak FORKESTRA 2026 tidak hanya berhenti pada seminar dan pertukaran gagasan.

Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan seremoni Penandatanganan Kerja Sama Antardaerah (KAD), khususnya antara Pemerintah Kota Baubau dengan Pemerintah Kabupaten Buton serta Pemerintah Kabupaten Buton Selatan.

Kerja sama ini diarahkan untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mendukung pengendalian inflasi di daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara Edwin Permadi mengatakan, kerja sama antardaerah memiliki posisi strategis karena dapat menghubungkan sentra produksi dengan wilayah yang membutuhkan pasokan.

“Melalui kerja sama antardaerah, kita dapat menghubungkan sentra produksi dengan wilayah yang membutuhkan pasokan, disertai dengan penguatan distribusi dan komunikasi yang efektif,” kata Edwin.

Ia menambahkan, terjaganya pasokan dan harga yang terjangkau diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan produsen pangan.

Tak hanya itu, puncak FORKESTRA juga menjadi momentum penandatanganan PKS Rantai Pasok Ekspor. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari sinergi Bank Indonesia bersama pemerintah daerah untuk memperluas akses pasar bagi komoditas unggulan Sulawesi Tenggara.

Langkah ini diharapkan membuka pasar yang lebih luas bagi produk-produk unggulan daerah sekaligus mendorong pelaku usaha meningkatkan kapasitas dan daya saingnya.

Melalui FORKESTRA 2026, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan daerah.

Target besarnya jelas: membangun ekosistem ekonomi Sultra yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga semakin inklusif, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat global.(*)

 

Editor:NZ