NewsMetro

Gubernur Sultra Tantang Pengusaha Bergerak, Rp450 Juta Terkumpul untuk Bedah Rumah

102
×

Gubernur Sultra Tantang Pengusaha Bergerak, Rp450 Juta Terkumpul untuk Bedah Rumah

Share this article

TERAMEDIA.ID,KENDARI – Semangat gotong royong mewarnai Program Bedah Rumah di Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Rabu (30/9/2026).

Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka mengajak para pengusaha dan pihak swasta ikut bergerak membantu masyarakat melalui dukungan pembangunan rumah layak huni.

Ajakan tersebut disampaikan gubernur saat menghadiri kegiatan yang digagas Kejaksaan Tinggi Sultra bersama Tunas Muda Adhyaksa, BAZNAS dan Real Estate Indonesia (REI). Dalam kesempatan itu, Gubernur Sultra bahkan membuka donasi dengan menyatakan kesediaan memberikan bantuan pribadi sebesar Rp250 juta.

Tantangan tersebut langsung mendapat respons dari sejumlah pihak. Dalam waktu singkat, dukungan yang terkumpul mencapai sekitar Rp450 juta untuk mendukung program bedah rumah.

Gubernur mengatakan, capaian tersebut menunjukkan bahwa kepedulian untuk membantu masyarakat sebenarnya ada di berbagai kalangan. Yang dibutuhkan, kata dia, adalah wadah dan gerakan bersama agar bantuan dapat dikumpulkan dan disalurkan secara tepat.

“Kalau saya nambah, kira-kira para pengusaha nambah enggak?” ujar Andi saat mengajak para pengusaha yang hadir untuk ikut berkontribusi.

Ia kemudian menyatakan, “Saya akan nambah sebesar Rp250 juta.”

Menurut Andi Sumengerukka, program bedah rumah selama ini telah dijalankan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Namun, berbagai program tersebut masih cenderung berjalan sendiri-sendiri.

Karena itu, kolaborasi lintas lembaga dan dunia usaha dinilai penting untuk memperbesar manfaat yang diterima masyarakat. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dapat dimulai dari rumah yang layak.

“Dengan adanya gotong royong seperti ini, maka kita memulai kesejahteraan masyarakat itu dari rumah,” katanya.

Ketua HKTI Sultra ini, menilai gotong royong merupakan bagian dari kekuatan masyarakat yang perlu kembali dihidupkan. Ia berharap model kolaborasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan di Mokoau, tetapi terus berkembang dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.

Ia juga memastikan pembangunan rumah penerima manfaat akan dipantau hingga selesai. Setelah persoalan rumah terselesaikan, pemerintah diharapkan dapat memikirkan aspek lain yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan penerima bantuan.

“Rumahnya harus jadi, jadi jangan khawatir,” tegasnya.

Kajati Sultra Sugeng Rianta mengatakan Program Gotong Royong Bedah Rumah merupakan gerakan bersama yang melibatkan BAZNAS, REI dan Tunas Muda Adhyaksa. Sejumlah perusahaan juga turut memberikan dukungan melalui kontribusi sosial dan CSR.

Sugeng berharap gerakan tersebut dapat berkembang menjadi program yang lebih besar dan berkelanjutan. Bahkan, ia menyebut konsep gotong royong tersebut berpeluang menjadi cikal bakal gerakan nasional.

Menurutnya, program pemerintah pusat untuk pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Kejaksaan melalui fungsi perdata dan tata usaha negara (Datun) juga mendampingi program pemerintah di bidang perumahan.

“Program Gotong Royong Bedah Rumah sejatinya adalah program kita bersama. Ini tidak akan berjalan dengan baik kalau tidak mendapatkan dukungan yang maksimal dan rasa memiliki dari kita semua,” ujar Kajati.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan juga diberikan kepada masyarakat dalam bentuk 150 paket sembako.

Salah satu penerima manfaat bedah rumah, Abdul Rahman, warga penyandang disabilitas, menyampaikan terima kasih atas bantuan bedah rumah yang diterimanya.

Ia berharap pembangunan rumah tersebut dapat diselesaikan sepenuhnya karena keterbatasan kondisi ekonomi membuatnya tidak mampu melanjutkan pembangunan secara mandiri.

“Saya sudah terima. Tapi untuk kelanjutannya, saya mohon kiranya supaya dibantu sepenuhnya sampai selesai rumah ini,” kata Abdul Rahman.

Gerakan gotong royong tersebut mempertemukan pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga sosial, dunia usaha dan masyarakat dalam satu tujuan: memperbaiki hunian warga sekaligus membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan secara lebih luas.(SM)