NewsMetro

Wali Kota Kendari Buka Dialog di Nambo, Warga Soroti Sampah hingga Lampu Jalan

16
×

Wali Kota Kendari Buka Dialog di Nambo, Warga Soroti Sampah hingga Lampu Jalan

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Persoalan sampah menjadi salah satu isu utama yang mengemuka dalam kegiatan “Wali Kota dan Forkopimda Menyapa” yang digelar di Pantai Nambo, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Kamis (13/8/2026).

Tak hanya menyampaikan program pemerintah, Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran bersama jajaran Forkopimda membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat. Sejumlah warga menyampaikan aspirasi sekaligus mempertanyakan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari, mulai dari pengelolaan sampah, penerangan jalan, kondisi jalan hingga lalu lintas di sekitar sekolah.

Wali Kota Siska mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mendengar secara langsung dinamika pemerintahan dan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, perjalanan kepemimpinan bersama Wakil Wali Kota Sudirman tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan masyarakat, termasuk RT, RW, LPM, Karang Taruna, pemerintah kecamatan dan kelurahan.

“Tidak akan mungkin dapat berjalan dengan baik tanpa dukungan seluruh warga Kota Kendari,” ujar Siska.

Dalam kesempatan itu, Siska menyoroti persoalan sampah yang menurutnya menjadi salah satu tantangan terbesar Kota Kendari. Produksi sampah kota disebut telah mendekati 300 ton per hari, dengan sekitar 80 persen di antaranya berasal dari rumah tangga.

Persoalan tersebut diperberat keterbatasan armada pengangkut sampah serta kondisi sebagian kendaraan yang sudah tidak layak digunakan. Di sisi lain, kapasitas TPA Puuwatu juga semakin terbebani.

Namun, Siska menilai persoalan paling mendasar bukan hanya keterbatasan sarana, melainkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari rumah.

“Penanganan sampah tidak bisa kita lakukan sendiri oleh pemerintah. Perlu keterlibatan semua pihak,” tegasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Kendari menyiapkan skema pembentukan Lembaga Pengangkut Sampah (LPS) di tingkat kelurahan. Lembaga ini nantinya bertugas mengambil sampah rumah tangga dari rumah warga untuk dibawa langsung ke TPA Puuwatu.

Sistem tersebut akan mulai diterapkan pada awal September 2026 melalui 15 kelurahan percontohan yang tersebar di delapan kecamatan.

Pemkot juga mendorong masyarakat memilah sampah sebelum diangkut, sekaligus memastikan seluruh kelurahan mengaktifkan Bank Sampah. Sementara sampah di jalan protokol dan jalan poros tetap ditangani melalui pengangkutan oleh tim kecamatan.

Selain persoalan sampah, dialog bersama masyarakat juga menjadi ruang bagi warga menyampaikan kebutuhan lain. Sejumlah pertanyaan diarahkan pada kondisi penerangan lampu jalan, perbaikan jalan yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah, serta persoalan lalu lintas di depan sejumlah sekolah.

Aspirasi tersebut menjadi bagian penting dari dialog karena menyangkut kebutuhan masyarakat secara langsung, terutama kenyamanan, keamanan dan kelancaran aktivitas warga.

Siska menegaskan pemerintah daerah akan terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat agar berbagai persoalan di lapangan dapat diketahui secara langsung dan dicarikan solusi sesuai kewenangan serta kemampuan pemerintah.

Ia juga mengungkapkan adanya rencana dukungan pembiayaan penanganan sampah pada 2027 melalui kolaborasi pemerintah pusat dan Bank Dunia. Kota Kendari disebut masuk dalam enam kota di Indonesia yang mendapatkan alokasi khusus, dengan nilai sekitar Rp140 miliar.

Menurut Siska, dukungan tersebut harus dimanfaatkan sebagai momentum memperbaiki sistem persampahan secara menyeluruh sekaligus mendorong sampah menjadi bagian dari ekonomi sirkular.

Melalui dialog langsung bersama warga, Pemkot Kendari berharap kebijakan pembangunan tidak hanya dirancang dari tingkat pemerintahan, tetapi juga lahir dari kebutuhan nyata masyarakat di setiap wilayah.(SM)