NewsKesehatan

RS Jantung Oputa Yi Koo Resmi Layani Pasien BPJS Mulai 1 Desember

17
×

RS Jantung Oputa Yi Koo Resmi Layani Pasien BPJS Mulai 1 Desember

Share this article

TERAMEDIA.ID,KENDARI — Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Oputa Yi Koo Sulawesi Tenggara resmi menandatangani MoU dengan BPJS Kesehatan, membuka akses layanan jantung, pembuluh darah, dan saraf bagi peserta JKN tanpa perlu dirujuk ke luar provinsi.

Direktur RS Jantung, dr. Sukirman, menjelaskan pelayanan BPJS belum bisa langsung diberikan karena masih menunggu proses credentialing selama sepekan. “Insyaallah tanggal 1 Desember kita mulai menerima pasien BPJS,” ujarnya.

Kerja sama ini mencakup layanan unggulan seperti poli jantung, treadmill, Cath Lab, ruang operasi jantung standar nasional, hingga layanan thrombolysis untuk stroke pada golden period. RS juga menyediakan intervensi nyeri minimal invasif dan bersiap naik status menjadi RS Umum Tipe B tahun depan.

Kepala BPJS Kesehatan Kendari, Aldy Wibisono, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis meningkatkan akses layanan. “Kami akan mengawal integrasi sistem agar awal Desember layanan sudah berjalan,” tegasnya.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka turut menyaksikan penandatanganan dan menyampaikan apresiasinya. “Ini berkah hari Jumat. Saya ingin lihat perubahan signifikan baik kebersihan, fasilitas, maupun pelayanan nakes,” ujarnya. Ia menilai operasi penuh RS Jantung akan membuka lapangan kerja dan memastikan masyarakat mendapat layanan terbaik. “Jangan sampai ada yang tidak terlayani. Fasilitas di sini termasuk terbaik di Indonesia Timur,” pungkasnya.*(Red-Adv)

Editor:DN

 

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News