NewsMetro

Pancasila di Tengah Arus Global, Wali Kota Kendari Ajak Warga Jaga Persatuan dan Keadilan Sosial

16
×

Pancasila di Tengah Arus Global, Wali Kota Kendari Ajak Warga Jaga Persatuan dan Keadilan Sosial

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Kota Kendari tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum yang berlangsung di Lapangan Upacara Balai Kota Kendari, Senin (1/6/2026), dimanfaatkan Pemerintah Kota Kendari untuk mengingatkan pentingnya menjaga nilai persatuan, toleransi, dan keadilan sosial di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran bertindak sebagai inspektur upacara, sementara Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Imran Ismail dipercaya sebagai komandan upacara. Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Ketua DPRD Kota Kendari, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, kepala OPD, direktur Perumda, camat, lurah, serta jajaran ASN lingkup Pemerintah Kota Kendari.

Suasana upacara tampak berbeda dengan formasi pasukan pengibar bendera yang dibagi ke dalam lima kelompok simbolis yang merepresentasikan lima sila Pancasila. Kelompok Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab berada di posisi terdepan sebagai pemandu dan pengiring pasukan. Di belakangnya terdapat kelompok Persatuan Indonesia yang membawa duplikat bendera pusaka Merah Putih.

Sementara itu, kelompok Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dan kelompok Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menempati formasi berikutnya dengan peran sebagai pengawal kehormatan. Formasi tersebut menggambarkan bagaimana persatuan bangsa dirajut melalui nilai-nilai Pancasila dan diperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Kendari membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi. Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan historis, melainkan momen refleksi untuk memastikan nilai-nilai dasar bangsa tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Tema yang diusung tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, disebut menjadi pengingat bahwa Pancasila tidak hanya relevan menjaga keutuhan Indonesia, tetapi juga memiliki nilai universal yang dapat menjadi rujukan dalam membangun perdamaian dunia.

Di tengah berbagai tantangan global seperti konflik geopolitik, disrupsi teknologi, hingga ancaman fragmentasi sosial, Indonesia dinilai tetap mampu berdiri kokoh karena memiliki fondasi ideologi yang kuat.

Dalam pidato tersebut juga ditegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila disebut menjadi modal penting dalam membangun diplomasi dan menyelesaikan berbagai konflik secara damai.

Selain itu, generasi muda diingatkan agar tidak memandang Pancasila hanya sebagai materi pelajaran atau simbol yang terpajang di ruang-ruang kantor. Nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam tindakan nyata, mulai dari menghargai perbedaan, menjaga persatuan, hingga memperjuangkan keadilan sosial.

Pesan yang sama juga ditujukan kepada para pemimpin daerah agar setiap kebijakan publik benar-benar berpihak kepada masyarakat, terutama kelompok yang paling membutuhkan. Pemerintah diminta memastikan tidak ada warga yang merasa tertinggal dalam proses pembangunan.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Pemerintah Kota Kendari menegaskan komitmennya untuk terus menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan pembangunan daerah sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.(SM)