News

Puluhan Ribu Umat Kristiani Peringati Kenaikan Yesus Kristus di Tugu MTQ Kendari

574
×

Puluhan Ribu Umat Kristiani Peringati Kenaikan Yesus Kristus di Tugu MTQ Kendari

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Sekitar 20 Ribu Umat Kristiani memadati Tugu Religi Sultra dalam memperingati Kenaikan Yesus Kristus. Pada jumat (31/5/2024).

Acara yang digelar di alun-alun Tugu Religi Sultra (Eks Lapangan MTQ) Kota Kendari ini bertema “Yesus yang Naik ke Sorga, Pasti akan Datang Kembali”.

Kegiatan ini diselenggarakan secara Oikumene dan diikuti oleh umat Katolik dan Protestan dari berbagai gereja di Sulawesi Tenggara.

Dalam acara ini juga terdapat pelibatan umat beragama lain. Hal ini dilakukan guna menunjukkan kepada masyakat Indonesia dan dunia bahwa kerukunan umat beragama di Sulawesi Tenggara terjalin erat dan begitu kuat.

Ketua Panitia Anton Timbang mengatakan, peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus tahun 2024 menjadi momentum yang tak terlupakan bagi umat Kristiani di seluruh Indonesia.

Pasalnya, di tahun inilah, Pemerintah mengeluarkan keputusan untuk merubah nomenklatur (tata nama) perayaan hari besar umat Kristiani dari sebelumnya menggunakan istilah Isa Almasih, kini diubah menjadi Yesus Kristus.

“Momen ini sangat penting bagi kami umat Kristiani melaksanakan ini. Kami mengapresiasi Pemerintah, Bapak Presiden Joko Widodo dan Menteri Agama yang telah memutuskan merubah nomenklatur hari kelahiran, kematian, dan kebangkitan dari yang dulunya Isa Almasih menjadi kelahiran, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus,” kata Anton Timbang.

 

Perubahan nomenklatur ini, lanjutnya, adalah harapan yang sudah lama dinantikan oleh umat Kristiani di Indonesia.

 

Pada kesempatan ini, Anton juga menegaskan umat Kristiani di Sulawesi Tenggara siap menyukseskan agenda nasional yakni Pilkada Serentak pada November mendatang.

 

“Sesuai tema kita, kami umat Kristiani Sulawesi Tenggara siap menyukseskan Pilkada Serentak 2024. Semoga berjalan tertib, lancar, aman, dan damai,” tegasnya.

 

Di tempat yang sama, Muhammad Basri yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tenggara menyampaikan harapannya agar umat Kristiani di Sultra dapat berkontemplasi menggali makna terdalam dari peringatan ini dan mampu menemukan nilai, pesan, dan harapan.

“Perayaan ini juga menjadi momentum untuk terus memperkuat persatuan dan moderasi beragama, merajut kebersamaan dan selalu hidup rukun, saling menghargai dalam perbedaan,” ucap Basri.*(DW)

editor:DN

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News