NewsMetro

Baruga Dominasi MTQ Kendari, Pemkot Bidik Juara Umum di Konawe

24
×

Baruga Dominasi MTQ Kendari, Pemkot Bidik Juara Umum di Konawe

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Penutupan MTQ ke-31 tingkat Kota Kendari, Selasa (21/4/2026), tak hanya menandai berakhirnya perlombaan, tetapi juga memotret peta kekuatan pembinaan Al-Qur’an di tingkat kecamatan. Kecamatan Baruga tampil dominan dan mengunci posisi juara umum dengan koleksi 6 emas dan total nilai 150.

Penutupan kegiatan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, yang mewakili Wali Kota. Dalam pesannya, pemerintah menekankan bahwa MTQ bukan sekadar panggung kompetisi, melainkan instrumen pembinaan generasi Qurani yang berkelanjutan.

Persaingan tahun ini terbilang ketat. Kecamatan Kambu membuntuti di posisi kedua dengan 145 poin, sementara Abeli berada di peringkat ketiga dengan 115 poin. Di bawahnya, Kendari Barat (110 poin) dan Mandonga (85 poin) turut menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.

Sementara kecamatan lain seperti Nambo, Kadia, Poasia, Wuawua, Kendari, dan Puuwatu tetap berkontribusi dalam menjaga semarak kompetisi, meski belum mampu menembus tiga besar.

Pemkot Kendari memberikan penghargaan berupa hadiah pembinaan kepada para juara, yakni Rp5 juta untuk peringkat pertama, Rp4 juta peringkat kedua, dan Rp3 juta peringkat ketiga. Namun lebih dari itu, hasil MTQ ini menjadi dasar dalam menyiapkan kafilah terbaik menuju MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara di Kabupaten Konawe pada Juni 2026.

Amir Hasan menegaskan, target yang dibidik bukan sekadar partisipasi, melainkan prestasi maksimal. Ia optimistis Kendari memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat provinsi, mengingat selama ini kota ini dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan Al-Qur’an di Sultra.

“Yang kita bangun adalah kualitas. Juara di sini harus siap bersaing di level berikutnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan peserta yang belum meraih hasil maksimal agar tidak berhenti berlatih. MTQ, menurutnya, adalah proses panjang dalam membentuk karakter, bukan sekadar hasil akhir perlombaan.

Menariknya, penutupan MTQ ini berlangsung di tengah persiapan Kendari menghadapi agenda besar berskala nasional dan internasional, termasuk UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting & Asia-Pacific Forum 2026 dan peringatan HUT ke-195 Kota Kendari.

Situasi ini menunjukkan dua wajah Kendari yang berjalan beriringan—penguatan nilai religius di satu sisi, serta kesiapan tampil di panggung global di sisi lain. Bagi pemerintah kota, keduanya bukan hal yang bertentangan, melainkan saling melengkapi dalam membangun identitas daerah.

Dengan berakhirnya MTQ ke-31, fokus kini bergeser pada pembinaan lanjutan. Targetnya jelas: membawa nama Kendari lebih jauh, tidak hanya sebagai tuan rumah kegiatan besar, tetapi juga sebagai kota yang kuat secara nilai dan prestasi.(SM)