PariwisataHeadlineInternasionalNews

Sukses Gelaran Global Cultural Immersion Program 2026, Desa Wisata Namu Segera Release Paket Wisata Manca Negara

23
×

Sukses Gelaran Global Cultural Immersion Program 2026, Desa Wisata Namu Segera Release Paket Wisata Manca Negara

Share this article

TERAMEDIA.ID, KONAWE SELATAN – Desa Wisata Namu berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), baru saja menggelar sebuah kegiatan bertajuk Global Cultural Immersion Program (GCIP) 2026. Sebuah konsep program antara pariwisata dan pendidikan khususnya bagi international student.

GCIP sendiri yang berlangusng sejak tanggal 22-23 April 2026 ini, merupakan konsep dasar dari tim kantor urusan internasional Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), dan mengkolaborasikannya dengan paket wisata Living life program yang telah dirancang sejak lama oleh pengelola dan pemerintah Desa Wisata Namu.

Direktur Direktorat Kerjasama dan Internasionalisasi UMK, Titin Rahmiatin Rahim,S.Pd.,M.Pd.,Ph.D selaku koordinator yang menggandeng mahasiswa internasional dari 9 negara untuk mengikuti kegiatan ini , bahwa pihaknya sangat bangga karena terjadi kolaborasi yang sangat baik antara konsep pendidikan dan wisata yang menarik bagi khususnya akademisi.

“ kami berterima kasih kepada semua tim mulai dari pihak pengelola, pemerintah hingga warga desa wisata namu. Disamping itu dukungan pihak rektorat UMK, teman-teman fakultas PIK UMK, komunitas Ok Dive, Divers Camp yang sangat memberikan penguatan atas event ini. Secara tampilan event ini sederhana, karena memang tidak butuh ceremnoial megah, namun esensi konsep program Edu Wisatanya sangat dapat, dan desa wisata namu sangat representatif bagi mahasiswa internaisonal yang hadir saat ini. Mereka sangat happy sambi mendalami local wisdom dan merasakan betul vibes dari masyarakat dan desa yang sangat bersahabat dengan pengunjung. Apalagi para peserta dari semua negara yang hadir sangat puas dan ini pengalama perdana mereka mengenal lebih dalam kearifan lokal dan pengelolaan pelestarian lingkungan di wilayah di tingkat desa. Mereka baru pertama merasakan kearifan lokal di desa namu bahkan berkesmepatan untuk try dive yang langsung terlibat dalam kegiatan pelestarian bibit karang“ ujar Titin di sela kegiatan.

Sementara itu Ketua pengelola desa wisata namu Ahmad Nizar menuturkan, bahwa dampak dari kegiatan ini sangat berarti untuk terjadinya inovasi produk bagi dea wisata namu kedpeannya. Dan pihaknya akan segera merelase invoasi paket wisata baru yang belum pernah ada di hampir semua dea wisata di sultra.

“ Kami mewakili pengelola, pokdarwis, pemerintah dan warga desa wisata namu, tentu sangat berbangga ditunjuk menjadi tuan rumah dari kegiatan GCIP 2026 kali ini. Terima kasih buat UMK, Dinas pariwisata Konsel yang telah menyambut para tamu, dan tentu aparat kepolisian yang mengawal jalannya kegiatan mengingat kehadiran sejumlah mahasiswa negara tamu. kegiatan ini kami anggap sebagai uji trip dan akan menjadi paket wisata berskala internasional baru dari desa wisata namu. Karena kegiatan inipun parap articipant dari semua negara yang terlibat memang sebagai wisatawan karena mereka masing-masing melakukan pembayaran paket di kegiatan ini. Terkait paket wisata yang akan kami release nantinya, para wisatawan akan terjun langsung lebih dalam memahami budaya, memahami cara hidup, bahasa, kebiasaan, edukasi perlindungan dan konservasi lingkungan desa baik laut,darat, dan hutan, serta nilai-nilai masyarakat lainnya.” Ungkap Nizar

Dalam kegiatan GCIP 2026 kali ini, participant terdiri dari mahasiswa internasional  dari Tanzania, ⁠Pakistan,  ⁠Rwanda, ⁠China, ⁠Thailand, ⁠Palestine, ⁠Kenya, ⁠Madagascar,⁠Philippine.

Pihak UMK melalui Direktorat Kerjasama dan Internasionalisasi  dan tentu melalu persetujuan pihak rektorat nantinya, rencana akan menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan, dan Desa Wisata Namu tetap menjadi tuan rumah, sekaligus bisa membantu desa wisata namu memiliki 1 event wisata berkelanjutan berskala internasional, dengan jumlah tamu negara yan tentu setiap tahunnya akan di usahakan bertambah.(***)