NewsMusic

Polres Konsel Gelar Do’a Bersama Lintas Agama, menuju Pilkada Damai 2024 

479
×

Polres Konsel Gelar Do’a Bersama Lintas Agama, menuju Pilkada Damai 2024 

Share this article

TERAMEDIA.ID, KONAWE SELATAN – Polres Konsel menggelar kegiatan Doa Bersama lintas agama dalam rangka pilkada damai 2024, pada jumat (22/11/2024) sekira pukul 19.30 Wita.

Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) Konawe Selatan 2024 dalam rangka Pemilihan Bupati dan Wakil bupati tinggal beberapa bulan lagi. Tepatnya pada 27 November 2024 , seluruh pemilih akan menentukan pilihanya.

Polres Konawe Selatan ( Konsel ) selaku penanggungjawab keamanan dan ketertiban masyarakat diwilayah hukumnya berharap pilkada 2024 mendatang dapat berjalan dengan aman dan kondusif.

Pada sambutanya, Kapolres Konsel AKBP Febry Sam, menyampaikam bahwa , tujuan Do’a Bersama lintas agama dilaksanakan guna bermunajab kepada Allah SWT , Tuhan Yang Maha Esa untuk memohon agar pelaksanaan pilkada 2024 dapat berjalan dengan aman dan kondusif.

“Pemungutan suara Pilkada 2024 akan diselenggarakan pada tanggal 27 November 2024, mari kita bersama memohon kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa semoga dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan aman dan kondusif ” ucap Kapolres Konsel AKBP Febry Sam, pada saat memberikan sambutanya.

Pada sambutanya, Febry Sam mengajak kepada semua lapisan untuk bersama sama menjaga kerukunan dan keharmonisan agar pelaksanaan pilkada 2024 khususnya di Kabupaten Konsel dapat berjalan dengan aman dan kondusif .

“Kami mengajak kepada semua lapisan, mulai dari Stakeholder , Ormas dan para tokoh untuk bersama sama mewujudkan pilkada 2024 di Kabupaten Konsel yang kondusif ” ucap Febry Sam.

Selanjutnya dalam pelaksanaan Do’a bersama lintas agama tersebut, dilakukan Do’a oleh masing masing tokoh agama. Dari tokoh agama Hindu dibawakan oleh Made Karyana , Tokoh Agama Katolik oleh Viktor Fitri , Tokoh Agama Kristen Protestan Ibu Pempi Maria Sthela, S.Th , dan untuk agama Islam oleh Ustad Wildan Habibi, S.Pdi.

Do’a Bersama lintas agama dalam rangka Pilkada 2024 Damai tersebut dhadiri oleh , Forkopimda Konsel , KUPD Konsel, Bawaslu Kabupaten Konsel , TNI Kodim 1417 Kendari , Ormas , Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama , Pejabat Utama Polres Konsel , Kapolsek Jajaran Polres Konsel dan Bhayangkari Cabang Konawe Selatan.*(DW)

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News