NewsMetro

Pemkot Kendari Fokuskan Perubahan APBD 2025 pada Infrastruktur, Inflasi, dan Kesehatan Masyarakat

3
×

Pemkot Kendari Fokuskan Perubahan APBD 2025 pada Infrastruktur, Inflasi, dan Kesehatan Masyarakat

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI- Perubahan APBD Kendari 2025 diprioritaskan untuk infrastruktur, stabilitas ekonomi, dan kesehatan masyarakat. Wali Kota Siska Karina Imran menegaskan, kebijakan ini menjadi wujud komitmen Pemkot menghadirkan pembangunan yang langsung dirasakan warga.

Dalam rapat paripurna DPRD Kota Kendari, Wali Kota Siska Karina Imran menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 beserta dokumen pendukung kepada pimpinan DPRD kota Kendari. Ia menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

“APBD adalah instrumen utama pembangunan daerah. Perubahannya bukan sekadar formalitas, tetapi langkah strategis agar setiap rupiah memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kendari” ujarnya.

Siska menjelaskan bahwa arah perubahan APBD tahun 2025 meliputi penyesuaian pendapatan daerah dari sektor pendapatan asli daerah maupun transfer pusat dan provinsi. Optimalisasi belanja juga dilakukan dengan mengutamakan program prioritas yang mendesak dan berdampak langsung pada masyarakat.

Usai rapat, ia menegaskan kembali kepada wartawan tiga poin utama yang menjadi fokus perubahan APBD. “Poin penting yang pertama adalah pemenuhan infrastruktur dengan skala prioritas yang harus segera dilaksanakan. Kedua, pengendalian inflasi agar kondisi ekonomi tetap stabil. Dan yang ketiga adalah penguatan pertahanan wilayah serta sektor kesehatan, khususnya penurunan stunting, penanganan TB, dan pemeriksaan kesehatan gratis yang mendapat perhatian langsung dari Bapak Presiden” jelasnya.

Rapat paripurna ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Kendari, pimpinan DPRD, staf ahli, para asisten, kepala OPD, Kabag, camat, direktur Perumda, serta perwakilan mahasiswa. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi cerminan komitmen bersama dalam mengawal arah pembangunan Kendari tahun 2025 agar lebih efektif, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.(MW)

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News