NewsMetro

Paskibraka Kendari Dibekali Literasi Digital, Diminta Jadi Teladan di Ruang Maya

37
×

Paskibraka Kendari Dibekali Literasi Digital, Diminta Jadi Teladan di Ruang Maya

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tidak hanya dituntut memiliki kedisiplinan dan kemampuan baris-berbaris. Para calon Paskibraka Kota Kendari juga dibekali kemampuan menghadapi perkembangan teknologi agar mampu menjadi generasi yang cakap, beretika, aman, dan bertanggung jawab di ruang digital.

Pembekalan tersebut diberikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan Paskibraka Kota Kendari, Senin (10/8/2026) malam.

Materi yang disampaikan mengangkat tema literasi digital dengan penekanan pada penggunaan internet, media sosial dan telepon pintar secara bijak. Sahuriyanto mengajak peserta memahami bahwa status sebagai Paskibraka bukan hanya melekat ketika berada di lapangan, tetapi juga tercermin melalui perilaku mereka di ruang digital.

Dalam materi tersebut, Sahuriyanto menjelaskan empat kemampuan penting yang perlu dimiliki generasi muda, yakni kecakapan digital, etika digital, keamanan digital dan budaya digital. Keempatnya menjadi bekal agar peserta mampu memanfaatkan teknologi sekaligus menjaga diri dari berbagai risiko di internet.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi. Informasi kini dapat menyebar dalam hitungan detik dan menjangkau banyak orang. Kondisi tersebut memberikan manfaat besar, namun juga membutuhkan kehati-hatian karena informasi keliru maupun perilaku yang tidak tepat dapat menyebar dengan cepat.

Sahuriyanto mengingatkan peserta untuk tidak menjadikan media sosial sekadar tempat hiburan. Platform digital dapat dimanfaatkan untuk belajar, mencari referensi, mengembangkan kreativitas hingga membangun prestasi.

Ia juga menekankan pentingnya etika ketika berinteraksi di media sosial. Perbedaan pendapat harus disikapi dengan bijak, kritik tidak boleh berubah menjadi penghinaan, dan setiap kesalahan informasi harus berani dikoreksi. Sikap tersebut dinilai sebagai bagian dari penerapan nilai-nilai Pancasila di ruang digital.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap ancaman cyberbullying. Para peserta diingatkan tidak ikut menyebarkan atau menertawakan konten yang merundung orang lain. Jika menemukan kasus perundungan digital, mereka diminta menyimpan bukti, memblokir dan melaporkan akun pelaku serta menyampaikan persoalan kepada orang tua, pembina atau orang yang dipercaya.

Selain itu, Sahuriyanto mengingatkan calon Paskibraka agar melindungi data pribadi seperti NIK, alamat, nomor telepon, kata sandi, PIN dan kode OTP. Keamanan akun juga perlu diperkuat dengan penggunaan kata sandi yang kuat dan autentikasi dua faktor.

Dalam penggunaan telepon pintar, ia mengajak peserta mengubah cara pandang. Persoalannya bukan semata-mata boleh atau tidak menggunakan handphone, melainkan untuk apa dan berapa lama perangkat tersebut digunakan.

Handphone, kata dia, dapat menjadi sarana komunikasi, belajar, berkarya, mengakses informasi maupun mendukung berbagai aktivitas produktif. Namun penggunaan berlebihan dapat mengganggu tidur, konsentrasi latihan, kesehatan mata, emosi hingga interaksi sosial.

Karena itu, peserta didorong menerapkan kebiasaan sederhana seperti mengatur waktu penggunaan, mematikan notifikasi yang tidak penting, menggunakan mode fokus serta menjauhkan handphone 30–60 menit sebelum tidur.

Sahuriyanto juga mengingatkan bahwa teknologi, termasuk kecerdasan buatan, sebaiknya digunakan sebagai alat bantu belajar, bukan menggantikan kemampuan berpikir. Peserta dapat mencari referensi, memahami materi, menuliskannya kembali dengan bahasa sendiri dan melakukan verifikasi terhadap informasi yang diperoleh.

Melalui pembekalan tersebut, para calon Paskibraka Kota Kendari diharapkan tidak hanya tampil disiplin saat menjalankan tugas kenegaraan, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi generasi muda dalam menggunakan teknologi secara cerdas, beretika, aman dan bertanggung jawab.(SM)