NewsMetro

Jelang Lebaran 2024, Dinas Pertanian Kota Kendari Gencarkan Pemantauan dan Pengawasan Kesehatan Hewan

759
×

Jelang Lebaran 2024, Dinas Pertanian Kota Kendari Gencarkan Pemantauan dan Pengawasan Kesehatan Hewan

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI- Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Pertanian Kota Kendari menggencarkan pemantauan dan pengawasan kesehatan hewan sapi dan kambing menjelang Lebaran 2024.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian kota Kendari, Santiwati mengatakan pemeriksaan hewan ternak dilakukan secara mobile di setiap peternak binaan Dinas Pertanian Kota Kendari.

Tim pemeriksaan yang diterjunkan terdiri dari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) bersama Dokter hewan, UPTD Puskeswan dan dibantu oleh penyuluh pertanian disetiap wilayah binaan.

“Apabila ditemukan sakit, kita pasti lakukan karantina dan pengobatan terhadap ternak tersebut,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (29/3/2024).

Bukan hanya itu, untuk hewan ternak yang berasal dari daerah lain harus menyertakan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Hal itu untuk menjamin hewan ternak yang masuk di Kota Kendari bebas dari penyakit dan layak untuk dikonsumsi.

“Untuk sementara Kota Kendari masih aman kasus penyakit menjelang Lebaran, kami perketat lagi pemeriksaan sapi yg masuk dikota Kendari, terkait surat edaran Bupati Konawe Selatan terhadap penyakit jembrana. Pemeriksaan tetap kami lakukan selain menunggu laporan dari peternak,” tutupnya. (NV)

 

Editor:NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News