NewsDaerahPariwisata

Dispar Konsel Gelar Pelatihan SDM Usaha Pariwisata Bidang Akomodasi Homestay atau Pondok Wisata

×

Dispar Konsel Gelar Pelatihan SDM Usaha Pariwisata Bidang Akomodasi Homestay atau Pondok Wisata

Share this article
Foto bersama Kadispar Konsel dan jajaran, Narasumber, dan peserta pelatihan

TERAMEDAI.ID, KOTA KENDARI – Bertempat di salah satu hotel di kota Kendari, DInas Pariwisata Kabupaten Konawe Selatan, menggelar Pelatihan Pengelolaan Homestay/Pondok wisata. Kegaiatan ini berlangsung selama 3 hari baik materi eklas maupun kunjungan dan praktek lapangan.

Kepala Dinas Pariwisata Konawe Selatan Adiwarsyah Toar, yang mewakili Sekretaris Daerah dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi terhadap dinas pariwisata yang terus menciptakan peluang penguatan baik sumber daya manusia sektor pariwisata maupun pengembangan destinasi hingga desa wisata.

Pembawaan Materi Standar Usaha Homestay, Oleh Ahmad Nizar.S.Kom

” Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) kepariwisataan, merupakan salah satu program prioritas nasional dan menjadi isu penting dalam rangka menciptakan SDM yang berdaya saing. Baik Pemerintah provinsi dan kementrian mendukung program ini melalui usaha sektor pariwisata, ” ucap Adiwarsyah.(29/8/2023)

Materi lapangan/visitasi oleh Narasumber ; Fitri Eka Susanti, S.Sos

Lebih lanjut Adiwarsyah menegaskan untuk dapat melayani wisatawan dengan maksimal, sesuai slogan sapta pesona, tidak hanya bertumpu pada infrastruktur namun kematangan kualitas SDM kepariwisataan baik di destinasi maupun desa wisata mutalk diperlukan.

Sementara itu Suhartin selaku kepala bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Dinas pariwisata Konawe Selatan dalam laporan kegiatannya mengungkap bahwa, kegiatan ini bersumber dari dana alokasi khusus Kementrian Pariwisata, dan dalam tahun 2023 sejumah kegiatan Pelatihan atau bimtek memang mendapat dukungan dari Kementrian khusus untuk dinas pariwisata Konawe Selatan.

Kunjungan dan Praktek Lapangan Pengelolaan Homestay di kawasan Akomodasi Agrowisata California Konsel.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pengelola homestay di konawe selatan, pengelola destinasi dan desa wisata. Pelatihan sendiri berlangsung selama 3 hari dengan metode class room dan visitasi lapangan, praktek hingga diskusi kelompok. Kegiatan ini menghadirkan pemateri yang berkompeten dibidangnya. baik perwakilan asosiasi bidang homestay di sultra dan pelaku pengelola akomodasi dalam lingkup pasar lokal, nasional hingga internasional.**(Red)

 

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News