NewsHukum & Kriminal

Diduga Lecehkan Seorang Siswi, Guru SD di Kendari di Lapor Ke Polisi

654
×

Diduga Lecehkan Seorang Siswi, Guru SD di Kendari di Lapor Ke Polisi

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) berinisial M (53) dilaporkan ke polisi terkait dugaan pelecehan terhadap seorang siswi, pada Kamis (9/1/2025).

 

Kasus ini diketahui setelah keluarga korban mendapati perilaku mencurigakan dari sang anak, yang akhirnya bercerita tentang tindakan tak pantas yang dilakukan oleh gurunya.

 

Ayah korban mengungkapkan, awalnya ia tidak menyangka ada masalah serius karena sedang berada di luar kota. Namun, sang anak mulai menunjukkan perubahan sikap.

 

“Anak saya bilang, pak guru suka kasih uang, pegang-pegang kalau salaman, dan sering memeluk. Sebagai orang tua, saya merasa itu sudah kelewatan, apalagi anak saya sudah kelas 4 SD,” ujarnya saat ditemui awak media di Mapolresta Kendari.

 

Puncaknya terjadi dugaan pelecehan ketika seluruh murid diminta keluar kelas oleh pelaku. Namun, korban disuruh tetap tinggal dengan alasan sedang tidak enak badan.

 

“Itu membuat saya curiga. Anak saya bilang, temannya yang sakit tetap disuruh keluar, tapi dia tidak,” jelasnya.

 

Ketika sang ayah tiba di rumah, anaknya terlihat murung dan menangis sambil bercerita tentang kejadian tersebut. Sang ayah langsung melapor ke polisi agar kasus ini dapat diproses secara hukum.

 

“Kami mempercayakan anak kami pada sekolah untuk dididik, bukan untuk menjadi korban tindakan yang tidak pantas. Ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak,” tegas ayah korban.

 

Hingga berita ini diterbitkan, polisi masih mendalami kasus ini untuk mengumpulkan bukti dan meminta keterangan dari pihak terkait.*(DW)

editor:DN

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News