NewsMetro

Dari Warung Pinggir Jalan, Pemkot Kendari Bangun Kedekatan Tanpa Sekat

16
×

Dari Warung Pinggir Jalan, Pemkot Kendari Bangun Kedekatan Tanpa Sekat

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pagi di Jalan Balai Kota Kendari, Senin (20/4/2026), menghadirkan suasana yang tak biasa. Di sebuah lapak sederhana milik Mama Shinta, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran duduk santai menikmati sarapan bersama Wakil Wali Kota Sudirman dan Sekretaris Daerah Amir Hasan.

Tanpa protokol resmi, tanpa jarak, ketiganya membaur dengan suasana pagi warga. Duduk di kursi plastik kecil, mereka menyantap hidangan sederhana sambil berbincang ringan. Sesekali terdengar tawa, sesekali pula obrolan serius mengalir di antara kesederhanaan itu.

Lapak Mama Shinta yang berada tepat di depan Kantor Pertanahan menjadi titik temu yang hangat. Bukan sekadar tempat makan, tetapi ruang interaksi yang memperlihatkan sisi lain kepemimpinan—lebih dekat, lebih membumi.

Wali Kota Siska tampak aktif berinteraksi, mendengarkan dan menanggapi percakapan dengan santai. Tidak ada batasan formal antara pejabat dan warga. Situasi seperti ini justru membuka ruang komunikasi yang lebih jujur dan apa adanya.

Bagi pelaku usaha kecil seperti Mama Shinta, momen ini bukan hanya soal kedatangan tamu penting. Ada rasa dihargai ketika usaha kecilnya menjadi tempat singgah para pemimpin daerah. Kehadiran tersebut sekaligus memberi pesan bahwa UMKM adalah bagian penting dari denyut ekonomi kota.

Wakil Wali Kota Sudirman terlihat menikmati hidangan sambil sesekali menyapa warga sekitar, sementara Sekda Amir Hasan terlibat dalam obrolan ringan yang mengalir tanpa sekat. Suasana berlangsung sederhana, namun penuh kehangatan.

Di tengah rutinitas pemerintahan yang padat, momen seperti ini menjadi cara lain untuk memahami kehidupan masyarakat secara langsung. Tidak melalui laporan atau data, tetapi dari percakapan singkat dan interaksi nyata di lapangan.

Kehadiran pimpinan daerah di ruang-ruang kecil seperti ini juga menjadi simbol bahwa pelayanan publik tidak selalu harus dimulai dari ruang rapat. Justru dari tempat sederhana, kedekatan dan kepercayaan bisa tumbuh.

Pagi itu, di sudut kecil Kota Kendari, sarapan sederhana berubah menjadi cermin hubungan antara pemerintah dan masyarakat—dekat, terbuka, dan tanpa sekat.(SM)