NewsHeadlineMetro

Banjir Lumpuhkan Belasan Titik di Kendari, Ribuan Warga Terdampak dan Dua Korban Jiwa

23
×

Banjir Lumpuhkan Belasan Titik di Kendari, Ribuan Warga Terdampak dan Dua Korban Jiwa

Share this article

TERAMEDIA.ID,KENDARI – Bencana banjir yang melanda Kota Kendari pada 9 hingga 10 Mei 2026 meninggalkan dampak besar di sejumlah wilayah. Hingga Minggu malam pukul 21.00 WITA, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari mencatat sedikitnya 657 rumah atau kepala keluarga terdampak dengan total 2.985 jiwa tersebar di tujuh kecamatan.

Banjir dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Kendari sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Debit air sungai dan drainase yang meluap menyebabkan permukiman warga terendam, akses jalan terputus, hingga memicu longsor dan pohon tumbang di beberapa titik.

Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, mengatakan data yang dihimpun masih bersifat sementara dan kemungkinan akan terus bertambah seiring proses pendataan di lapangan.

“Data sementara yang kami himpun berdasarkan laporan lapangan dan informasi dari kelurahan akan terus kami update besok. Beberapa titik airnya sudah mulai surut seperti di Tunggala, Kelurahan Anduonohu dan Bundaran Tank,” ujar Cornelius, Minggu malam.

Tujuh kecamatan yang terdampak banjir meliputi Baruga, Poasia, Kambu, Kendari Barat, Wua-Wua, Kadia dan Abeli. Sejumlah wilayah bahkan mengalami genangan cukup parah dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa.

Kecamatan Baruga dan Poasia menjadi wilayah dengan dampak cukup luas. Di Kelurahan Lepo-Lepo, ratusan rumah warga terendam banjir akibat meluapnya Kali Wanggu. Sementara di Kelurahan Anduonohu, tanggul saluran air dilaporkan jebol hingga memicu banjir di Jalan Kedondong, Jalan Durian, Lorong Bangau dan sekitar kawasan toko HBM.

Di Kecamatan Kambu, wilayah Hidayatullah dan Jalan Manggarai menjadi titik dengan jumlah warga terdampak terbanyak. Genangan juga terjadi di kawasan BTN Findayani Polres, sekitar Bundaran Pesawat, Jalan Kelapa Anduonohu, Poltekkes, Tobimeita hingga depan Kantor Pertanahan Kota Kendari.

Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur. BPBD mencatat sekitar 3,5 kilometer jalan mengalami kerusakan, tanggul penahan air jebol di sejumlah titik, serta lahan pertanian seluas 50 hektare ikut terendam.

Di Kecamatan Kendari Barat, banjir turut memakan korban jiwa. Seorang anak di Kelurahan Punggaloba dilaporkan meninggal dunia setelah diduga terseret arus banjir pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00 WITA.

Peristiwa tersebut menambah duka di tengah kondisi banjir yang masih melanda sejumlah kawasan hingga malam hari.

Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di Kelurahan Sodohoa yang menyebabkan rumah warga terdampak material longsoran. Pohon tumbang dilaporkan mengganggu akses jalan di beberapa titik akibat tanah labil dan angin kencang.

BPBD bersama aparat TNI, Polri, pemerintah kecamatan, kelurahan serta relawan terus melakukan evakuasi dan penanganan di lokasi terdampak. Namun di beberapa wilayah, proses evakuasi masih terkendala karena keterbatasan perahu untuk menjangkau kawasan yang terisolasi banjir.

Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, turun langsung meninjau sejumlah titik banjir dan pengungsian warga. Dalam keterangannya, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kondisi banjir yang terjadi dan mengakui penanganan belum berjalan maksimal.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kota Kendari yang terdampak banjir. Penanganan ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas pemerintahan,” kata Siska.

Menurutnya, Pemerintah Kota Kendari telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk membahas langkah penanganan banjir secara serius dan berkelanjutan.

“Kami sudah koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk segera melakukan penanganan bencana banjir,” ujarnya.

Hingga Minggu malam, petugas masih bersiaga di sejumlah titik rawan sambil memantau kondisi cuaca. BPBD berharap intensitas hujan mulai berkurang sehingga genangan di wilayah terdampak dapat segera surut.

“Semoga situasi membaik dan Kota Kendari dijauhkan dari musibah yang lebih besar,” tutup Cornelius Padang.(SM)