NewsMetro

Kendari Jadi Panggung Dunia, UCLG ASPAC 2026 Dibuka dengan Semangat Kolaborasi dan Pariwisata Berkelanjutan

19
×

Kendari Jadi Panggung Dunia, UCLG ASPAC 2026 Dibuka dengan Semangat Kolaborasi dan Pariwisata Berkelanjutan

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI-Kota Kendari resmi menjadi tuan rumah perhelatan internasional United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 yang dibuka pada Jumat (8/5/2026). Forum bergengsi tingkat Asia Pasifik itu menghadirkan ratusan delegasi dari berbagai negara dan daerah untuk membahas masa depan pariwisata berkelanjutan, pembangunan kota, hingga penguatan kerja sama antar pemerintah daerah.

Pembukaan kegiatan berlangsung semarak dengan penampilan budaya nusantara yang dibawakan putra-putri daerah Kota Kendari. Delegasi dari berbagai negara tampak antusias menyaksikan pertunjukan yang menampilkan ragam budaya Indonesia mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.

Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Akhmad Wijayagus, menyebut forum UCLG ASPAC menjadi momentum penting dalam memperkuat solidaritas internasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Dalam sambutannya, ia memaparkan besarnya potensi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan kekayaan alam, budaya, serta sumber daya pariwisata yang sangat besar.

“Indonesia bukan hanya besar dari sisi wilayah, tetapi juga memiliki kekayaan biodiversitas dan budaya yang menjadi kekuatan utama dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan,” ujar Akhmad Wijayagus.

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau dengan bentang wilayah yang sangat luas dan populasi mencapai 288 juta jiwa. Menurutnya, kondisi itu menjadi tantangan sekaligus peluang besar dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi daerah.

Wamendagri juga menyoroti kekayaan budaya Indonesia yang disebut sebagai kekuatan utama sektor pariwisata nasional. Ia mengapresiasi Pemerintah Kota Kendari yang mampu menghadirkan penyelenggaraan kegiatan internasional dengan melibatkan sumber daya lokal.

“Semua penampil tadi berasal dari Kota Kendari. Bahkan penyelenggaraan kegiatan ini juga memanfaatkan kemampuan lokal. Ini patut diapresiasi,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyampaikan bahwa UCLG ASPAC bukan sekadar forum diplomasi, tetapi ruang untuk membangun hubungan dan kepercayaan antar daerah di dunia.

“Hari ini kami tidak hanya membuka pintu Kota Kendari, tetapi juga membuka hati kami. Kehadiran para delegasi adalah sebuah kehormatan bagi masyarakat Kendari,” ujar Siska.

Ia menegaskan, Kendari hadir sebagai tuan rumah dengan semangat belajar dan berkolaborasi bersama kota-kota lain di kawasan Asia Pasifik untuk membangun masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Menurut Siska, forum internasional tersebut juga menjadi kesempatan emas memperkenalkan Kota Kendari kepada dunia, baik dari sisi budaya, keramahan masyarakat, hingga potensi wisata dan ekonomi daerah.

“Kami berharap seluruh delegasi tidak hanya mengikuti agenda forum, tetapi juga merasakan bagaimana masyarakat Kendari menyambut dengan penuh persaudaraan,” katanya.

Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi, dalam sambutannya menyebut Asia Tenggara kini menjadi salah satu kawasan tujuan wisata paling berkembang di dunia. Ia mengatakan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata.

Menurut Bernadia, keberhasilan pariwisata tidak hanya ditentukan pemerintah pusat, tetapi juga bergantung pada kesiapan pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan, keamanan, lingkungan, dan kualitas pelayanan masyarakat kepada wisatawan.

“Pemerintah daerah adalah garda terdepan dalam memastikan destinasi wisata tetap hidup, nyaman, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sektor pariwisata domestik Indonesia saat ini menjadi salah satu yang terbesar di dunia dengan lebih dari satu miliar perjalanan wisata domestik pada 2025.

Di kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, memperkenalkan berbagai potensi wisata unggulan Sultra kepada delegasi internasional. Mulai dari Pantai Nambo, Air Terjun Moramo, Pulau Labengki hingga budaya khas Pulau Muna seperti layang-layang tradisional Kaghati Kolope.

Hugua berharap forum UCLG ASPAC mampu membuka peluang investasi dan memperluas promosi wisata Sulawesi Tenggara di tingkat global.

“Kami ingin Sulawesi Tenggara semakin dikenal dunia sebagai daerah yang kaya budaya, wisata, dan sumber daya alam,” ujarnya.

Forum UCLG ASPAC 2026 di Kendari akan berlangsung selama beberapa hari dengan agenda forum internasional, pertemuan bilateral, promosi investasi, hingga festival budaya dan pameran UMKM lokal.(SM)