Pendidikan

Dari Kacang Hijau Jadi Tauge, Anak-Anak Batu Jaya Belajar Sains dari Lingkungan Sekitar

150
×

Dari Kacang Hijau Jadi Tauge, Anak-Anak Batu Jaya Belajar Sains dari Lingkungan Sekitar

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan – Sebutir kacang hijau menjadi media belajar bagi anak-anak Desa Batu Jaya, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, melalui Sprout Project: Menanam Toge sebagai Edukasi Pangan Lokal.

Program yang digelar mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut menggabungkan edukasi pangan dengan pembelajaran sains sederhana.

Delaney Violet Oey, mahasiswa Program Studi Kimia FMIPA UGM, mengajak anak-anak tidak sekadar mempelajari pertumbuhan tanaman secara teori. Mereka juga diberi tanggung jawab merawat kecambah masing-masing dari hari ke hari.

Pada tahap awal, anak-anak diperkenalkan dengan kacang hijau sebagai bahan dasar tauge. Biji kemudian ditempatkan dalam wadah dan dibasahi dengan air. Peserta juga belajar bahwa proses perkecambahan membutuhkan kondisi lembap, tetapi tidak boleh terus-menerus tergenang.

Anak-anak diarahkan membasahi kacang hijau secara rutin, membuang air berlebih, dan menempatkan wadah di lokasi yang tidak terkena sinar matahari langsung.

Pembelajaran berlanjut melalui monitoring harian. Anak-anak mengamati panjang kecambah, warna, kelembapan, dan kondisi masing-masing wadah. Perbedaan pertumbuhan antarwadah juga menjadi bahan pembelajaran mengenai pengaruh pola perawatan.

“Eksperimen ini seru karena sebelumnya kami belum pernah mencoba menanam tauge seperti ini. Kami harus merawatnya setiap hari, jadi kami belajar untuk konsisten. Dari eksperimen ini kami juga belajar banyak tentang bagaimana tauge bisa tumbuh,” ujar Geisya, salah satu peserta.

Anak-anak juga diperkenalkan pada tanda-tanda tauge yang tidak berkembang dengan baik, seperti bau tidak sedap, lendir berlebih, perubahan warna yang tidak normal, dan munculnya jamur.

Kegiatan merupakan bagian dari KKN-PPM UGM Unit SG004 Konawe Selatan Sub Unit Batu Jaya dan berada di bawah bimbingan Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc., selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Melalui Sprout Project, anak-anak tidak hanya belajar mengenai perjalanan bahan pangan sebelum sampai ke meja makan, tetapi juga mengenai tanggung jawab, konsistensi, dan pentingnya perawatan untuk memperoleh hasil.(*)

 

Editor:NZ