Pendidikan

Dari Kawat Bulu Menjadi Bunga Warna-Warni, KKN UGM Ajak Anak Desa Batu Jaya Berkreasi

193
×

Dari Kawat Bulu Menjadi Bunga Warna-Warni, KKN UGM Ajak Anak Desa Batu Jaya Berkreasi

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan – Kawat bulu warna-warni yang sederhana berubah menjadi bunga-bunga hias di tangan anak-anak Desa Batu Jaya, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Dengan penuh antusias, anak-anak memilih warna, membentuk kelopak, menyusun bagian demi bagian, hingga menghasilkan bunga hias sesuai dengan kreativitas mereka masing-masing. Kegiatan sederhana itu menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus mengajak anak-anak untuk berani mencoba hal baru.

Kegiatan pembuatan bunga hias dari kawat bulu tersebut digagas oleh Mega Puspita Sari, mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Universitas Gadjah Mada (UGM), program KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 Unit SG004 Sub Unit Desa Batu Jaya.

 

Program ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc., dosen FMIPA UGM.

Kegiatan ini dirancang sebagai wadah bagi anak-anak untuk belajar sambil bermain sekaligus mengembangkan kreativitas melalui kerajinan tangan.

Dengan memanfaatkan kawat bulu yang tersedia dalam beragam warna, anak-anak diajak membuat bunga hias dengan bentuk sederhana dan mudah diikuti.

Kegiatan diawali dengan pengenalan bahan dan contoh hasil kerajinan. Mahasiswa KKN kemudian memberikan demonstrasi secara bertahap, mulai dari membentuk kawat bulu menjadi kelopak bunga, menyusun bagian-bagian bunga, hingga merangkainya menjadi sebuah karya utuh.

 

Setelah melihat contoh, anak-anak mulai mencoba membuat bunga mereka sendiri dengan pendampingan mahasiswa KKN.

Suasana pun dipenuhi warna dan keceriaan.

Anak-anak tampak bersemangat memilih kombinasi warna favorit mereka. Ada yang memilih warna cerah, ada pula yang mencoba memadukan beberapa warna dalam satu rangkaian bunga.

Meski demikian, proses membuat bunga tidak selalu mudah. Beberapa anak sempat mengalami kesulitan ketika membentuk dan menyusun kawat bulu.

Mahasiswa KKN pun mendampingi mereka dengan sabar hingga setiap anak dapat melanjutkan proses dan menyelesaikan hasil karyanya.

Lebih dari sekadar menghasilkan bunga hias, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi anak-anak untuk melatih berbagai kemampuan.

Proses membentuk kawat bulu membutuhkan ketelitian, kesabaran, serta koordinasi antara tangan dan mata. Anak-anak juga belajar mengikuti tahapan pembuatan sekaligus mengembangkan ide sesuai dengan kreativitas mereka sendiri.

Dari bahan sederhana, mereka belajar bahwa sebuah karya dapat tercipta melalui proses, kesabaran, dan keberanian untuk mencoba.

Keceriaan semakin terasa ketika satu per satu anak mulai menyelesaikan bunga hias mereka.

Mereka saling menunjukkan hasil karya kepada teman-temannya. Setiap bunga memiliki bentuk dan perpaduan warna yang berbeda, mencerminkan kreativitas masing-masing anak.

Bunga-bunga yang telah selesai dibuat tidak hanya menjadi hasil kegiatan hari itu. Anak-anak juga dapat membawanya pulang untuk dijadikan dekorasi sederhana atau diberikan kepada orang tua sebagai hasil karya dari tangan mereka sendiri.

Bagi mahasiswa KKN-PPM UGM Unit SG004 Sub Unit Desa Batu Jaya, kegiatan kreatif seperti ini menjadi salah satu cara untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak-anak.

Selain mengisi waktu luang dengan aktivitas positif, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong anak-anak untuk semakin percaya diri dalam berkreasi dan tidak ragu mencoba sesuatu yang baru.

Melalui rangkaian sederhana berupa memilih warna, membentuk kawat, hingga menghasilkan bunga hias, anak-anak Desa Batu Jaya diajak memahami bahwa kreativitas dapat tumbuh dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ke depan, kegiatan kreatif sederhana seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi aktivitas positif bagi anak-anak di Desa Batu Jaya.

Sebab, dari sehelai kawat bulu yang sederhana, dapat lahir bukan hanya bunga warna-warni, tetapi juga semangat untuk belajar, berkarya, dan percaya pada kemampuan diri sendiri.(*)

 

Editor:NZ