Pendidikan

Mahasiswa UGM Petakan Risiko Gelombang Tinggi, Warga Batu Jaya Diajak Lebih Siaga Hadapi Ancaman Pesisir

271
×

Mahasiswa UGM Petakan Risiko Gelombang Tinggi, Warga Batu Jaya Diajak Lebih Siaga Hadapi Ancaman Pesisir

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan – Keindahan pesisir Desa Batu Jaya, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, menyimpan potensi besar bagi kehidupan masyarakat dan pengembangan pariwisata. Namun, di balik pesona pantainya, terdapat risiko alam yang perlu dipahami dan diantisipasi bersama, salah satunya potensi gelombang tinggi.

Berangkat dari kondisi tersebut, Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II Tahun 2026 Unit SG004 Konawe Selatan melaksanakan program Sosialisasi Pemetaan Risiko Bencana Gelombang Tinggi di Wilayah Pesisir Desa Batu Jaya.

Program ini turut dikerjakan oleh Cornellius Hans Lazuardi, mahasiswa Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM, dengan pendampingan Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc. dosen FMIPA UGM selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Sebelum melaksanakan sosialisasi, tim KKN terlebih dahulu melakukan observasi di sejumlah kawasan pesisir Desa Batu Jaya. Pengamatan dilakukan untuk mengenali karakteristik lingkungan pantai serta mengidentifikasi lokasi yang memiliki keterpaparan lebih besar terhadap gelombang laut.

Hasil pengamatan tersebut kemudian menjadi bahan dalam penyusunan materi sosialisasi kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, warga diperkenalkan pada konsep dasar risiko bencana serta berbagai faktor yang dapat memengaruhi kondisi gelombang di wilayah pesisir. Masyarakat juga diajak untuk mengenali kondisi laut yang perlu diwaspadai serta pentingnya memperoleh informasi cuaca sebelum beraktivitas di sekitar pantai.

Pemahaman mengenai lokasi berisiko menjadi salah satu bagian penting dalam sosialisasi. Warga diharapkan dapat mengetahui area yang sebaiknya dihindari ketika gelombang tinggi terjadi dan memahami langkah sederhana untuk mengurangi risiko.

Beberapa langkah kesiapsiagaan yang diperkenalkan antara lain menjauh dari bibir pantai, menuju lokasi yang lebih aman, serta mengikuti informasi dan arahan dari pihak berwenang.

Kegiatan ini juga membuka ruang diskusi antara mahasiswa dan masyarakat. Pengalaman warga yang telah lama hidup di kawasan pesisir menjadi sumber pengetahuan penting dalam memahami perubahan kondisi laut dan karakteristik gelombang yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

“Masyarakat Batu Jaya sudah sangat dekat dengan laut, tetapi pengetahuan tentang risiko dan cara menghadapinya tetap perlu diperkuat. Dengan begitu, kita bisa lebih siap apabila kondisi laut berubah dan gelombang menjadi tinggi,” ujar Pak Repelita, Kepala Desa Batu Jaya (4/8/2026).

Selain berkaitan dengan keselamatan masyarakat, pemahaman mengenai risiko gelombang tinggi juga dinilai penting dalam mendukung pengembangan wisata pesisir yang lebih aman dan berkelanjutan.

Masyarakat yang memahami karakteristik wilayahnya dapat memberikan informasi kepada wisatawan mengenai kondisi pantai, area yang perlu diwaspadai, serta pentingnya memperhatikan perubahan cuaca dan kondisi laut sebelum melakukan aktivitas.

Melalui program tersebut, Cornellius Hans Lazuardi bersama Tim KKN-PPM UGM SG004 berharap masyarakat Desa Batu Jaya tidak hanya mampu memanfaatkan potensi besar wilayah pesisir, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap risiko yang menyertainya.

Peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam membangun Desa Batu Jaya yang lebih aman, tangguh terhadap potensi bencana, serta mampu mengembangkan potensi wisata pesisir secara berkelanjutan. (*)

Editor:NZ