Pendidikan

KKN-PPM UGM Ungkap Jejak Batuan Pesisir, Dorong Pantai Batu Jaya Jadi Wisata Edukatif

239
×

KKN-PPM UGM Ungkap Jejak Batuan Pesisir, Dorong Pantai Batu Jaya Jadi Wisata Edukatif

Share this article

TERAMEDIA.ID, KONAWE SELATAN– Keindahan Pantai Batu Jaya di Desa Batu Jaya, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, tidak hanya tersimpan dalam panorama pasir dan lautnya yang jernih. Gugusan batuan yang menjadi ciri khas kawasan pesisir tersebut juga menyimpan jejak panjang proses alam yang berpotensi dikembangkan menjadi bagian dari cerita wisata edukatif.

Potensi tersebut mendorong mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM), Cornellius Hans Lazuardi, menggagas program bertajuk “Mengenal Sejarah Pantai Batu Jaya Melalui Jejak Batuan Pesisir”.

Program ini merupakan bagian dari KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 Unit SG004 Konawe Selatan Sub Unit Batu Jaya. Hans, yang merupakan mahasiswa Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM, melaksanakan kegiatan tersebut di bawah bimbingan Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc., dosen FMIPA UGM selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kepada masyarakat mengenai proses terbentuknya bentang alam pesisir sekaligus mendorong pemanfaatan pengetahuan tersebut sebagai bagian dari narasi wisata Desa Batu Jaya.

Dalam kegiatan sosialisasi, Hans memperkenalkan karakteristik batuan pesisir serta dinamika gelombang laut yang secara perlahan membentuk garis pantai dalam rentang waktu yang panjang.

Masyarakat diajak memahami bahwa batuan yang tersebar di sepanjang kawasan pantai bukan sekadar bagian dari lanskap. Batuan tersebut dapat menjadi bagian penting dalam memahami proses alam dan perubahan yang membentuk karakter pesisir.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan observasi langsung di kawasan Pantai Batu Jaya.

Bersama masyarakat, Hans mengamati berbagai bentuk batuan, permukaan batu yang mengalami abrasi, serta susunan batuan di sejumlah titik pesisir.

Melalui pengamatan tersebut, peserta dapat melihat secara langsung pengaruh gelombang laut, angin, dan pasang surut terhadap perubahan bentuk kawasan pantai dari waktu ke waktu.

Selain membahas aspek geologi, kegiatan ini juga mengangkat potensi pengetahuan alam sebagai nilai tambah dalam pengembangan pariwisata desa.

Menurut Hans, wisatawan tidak hanya mencari pemandangan yang indah, tetapi juga pengalaman yang memberikan pemahaman dan cerita baru mengenai tempat yang mereka kunjungi.

Pengetahuan sederhana mengenai proses terbentuknya batuan dan bentang alam pesisir dapat menjadi bagian dari narasi yang disampaikan kepada pengunjung.

Kepala Desa Batu Jaya, Repelita, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, cerita mengenai sejarah alam Pantai Batu Jaya dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.

“Wisatawan tentu akan lebih tertarik apabila tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga mendengar cerita di balik terbentuknya pantai. Pengetahuan sederhana mengenai batuan pesisir dapat menjadi daya tarik tersendiri yang dimiliki masyarakat Batu Jaya,” ungkap Repelita.

Melalui program tersebut, masyarakat memperoleh wawasan mengenai karakter kawasan pesisir dan potensi pemanfaatan pengetahuan alam sebagai bagian dari pengembangan wisata edukatif.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya calon pemandu wisata lokal, dalam memperkenalkan kekayaan alam Desa Batu Jaya secara lebih menarik dan informatif.

Dengan demikian, pengalaman wisata yang ditawarkan tidak hanya berfokus pada keindahan panorama, tetapi juga menghadirkan cerita mengenai proses alam yang membentuk kawasan tersebut.

Tim KKN-PPM UGM Unit SG004 Konawe Selatan Sub Unit Batu Jaya berharap pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi Desa Batu Jaya secara berkelanjutan.

Melalui jejak batuan yang tersebar di sepanjang pesisir, Pantai Batu Jaya menyimpan lebih dari sekadar keindahan alam. Di balik setiap bentuk batu dan garis pantai, terdapat cerita panjang tentang proses alam yang dapat menjadi kekayaan baru dalam membangun identitas wisata Desa Batu Jaya.(*)

Editor: NZ