Pendidikan

KKN-PPM UGM Ajak Siswa SDN 10 Laonti Belajar Bahasa Inggris Lewat Tema Pariwisata

313
×

KKN-PPM UGM Ajak Siswa SDN 10 Laonti Belajar Bahasa Inggris Lewat Tema Pariwisata

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan – Bahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu diperkenalkan sejak dini. Selain mendukung kemampuan komunikasi, penguasaan bahasa internasional tersebut juga dapat membuka peluang bagi generasi muda untuk memperkenalkan potensi daerah, termasuk sektor pariwisata, kepada masyarakat yang lebih luas.

Berangkat dari pentingnya hal tersebut, mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar program Pembelajaran Bahasa Inggris di Bidang Pariwisata bagi siswa SDN 10 Laonti di Desa Batu Jaya, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Program tersebut dilaksanakan selama tiga minggu dengan Salma Ramadhani Putri Utomosebagai penanggung jawab kegiatan. Pelaksanaan program berada di bawah bimbingan Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc., dosen FMIPA UGM selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan dengan konsep-konsep sederhana dalam dunia pariwisata menggunakan Bahasa Inggris. Materi yang diberikan meliputi berbagai kosakata yang berkaitan dengan tempat wisata, benda-benda yang dapat ditemukan saat berwisata, hingga aktivitas yang biasa dilakukan ketika mengunjungi suatu destinasi.

Pengenalan kosakata tersebut kemudian dikembangkan melalui latihan membuat kalimat sederhana. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya diajak mengetahui arti sebuah kata, tetapi juga memahami cara menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari.

Pembelajaran Bahasa Inggris tidak harus selalu dilakukan dengan cara yang monoton. Melalui tema pariwisata yang dekat dengan lingkungan sekitar, siswa dapat belajar kosakata sekaligus memahami bagaimana mereka bisa menjelaskan tempat dan potensi daerahnya menggunakan Bahasa Inggris,” ujar Salma Ramadhani Putri Utomo, penanggung jawab program.

Kegiatan pembelajaran dikemas secara interaktif agar siswa dapat terlibat langsung dalam setiap proses belajar. Berbagai aktivitas seperti menggambar, mewarnai, menyusun kata, latihan membaca, latihan berbicara, membuat kalimat sederhana, hingga permainan edukatif menjadi bagian dari metode pembelajaran.

Penggunaan media visual dan kegiatan kreatif membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah, khususnya bagi siswa kelas rendah. Sementara itu, siswa pada kelas yang lebih tinggi diberikan latihan secara bertahap untuk mendorong mereka menggunakan kosakata yang telah dipelajari dalam bentuk kalimat dan percakapan sederhana.

Menurut Salma, pendekatan interaktif menjadi salah satu cara untuk membangun keberanian siswa dalam menggunakan Bahasa Inggris.

” Kami ingin siswa tidak hanya menghafalkan kosakata, tetapi juga berani mengucapkannya dan mencoba berkomunikasi. Karena itu, kegiatan dibuat lebih interaktif agar suasana belajar terasa menyenangkan dan siswa lebih percaya diri untuk mencoba,” katanya.

Selama tiga minggu pelaksanaan, siswa SDN 10 Laonti mengikuti kegiatan pembelajaran dengan antusias dan penuh semangat. Suasana kelas yang aktif turut mendukung terciptanya pengalaman belajar Bahasa Inggris yang lebih menyenangkan.

Bagi sebagian siswa, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mencoba menggunakan Bahasa Inggris secara langsung di dalam kelas. Siswa yang awalnya masih ragu mengucapkan kata atau menjawab pertanyaan perlahan mulai berani mencoba dan berinteraksi.

Program Pembelajaran Bahasa Inggris di Bidang Pariwisata menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN-PPM UGM untuk mengenalkan Bahasa Inggris sejak usia dini sekaligus menghubungkannya dengan potensi lingkungan sekitar.

Pariwisata tidak hanya dipelajari melalui buku atau gambar, tetapi juga dapat menjadi konteks pembelajaran yang dekat dengan kehidupan siswa. Melalui pendekatan tersebut, anak-anak diajak mengenali berbagai kosakata sekaligus belajar menjelaskan lingkungan dan potensi yang ada di sekitar mereka.

“Harapannya, pembelajaran sederhana yang dimulai dari ruang kelas ini dapat menjadi bekal awal bagi siswa untuk lebih percaya diri, kreatif, dan berani berkomunikasi. Ke depan, mereka diharapkan mampu menjadi generasi yang turut memperkenalkan potensi daerahnya kepada masyarakat yang lebih luas,” tutur Salma.

Melalui pembelajaran yang dikemas secara kreatif dan interaktif, program ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan Bahasa Inggris siswa, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri serta keberanian dalam berkomunikasi.

Dari ruang kelas SDN 10 Laonti, pembelajaran Bahasa Inggris tersebut menjadi langkah kecil untuk menyiapkan generasi muda Desa Batu Jaya agar semakin percaya diri dalam mengenal, menjaga, dan memperkenalkan potensi daerahnya kepada dunia.(*)

Editor:NZ