NewsMetro

Gas Metan dari Sampah Puuwatu Jadi Sorotan Tim Bangda Kemendagri

49
×

Gas Metan dari Sampah Puuwatu Jadi Sorotan Tim Bangda Kemendagri

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Persoalan sampah di Kota Kendari mulai diarahkan tidak sekadar pada bagaimana membuang, tetapi juga mengolah dan memanfaatkan kembali limbah menjadi sesuatu yang bernilai. Hal itu terlihat saat tim Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri meninjau langsung kawasan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Puuwatu, Kamis (27/8/2026).

Kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian dari proses persiapan Kota Kendari mengikuti Local Service Delivery Improvement Project (LSDP). Tim Bangda ingin melihat secara langsung kondisi fasilitas sekaligus memastikan berbagai aspek pengelolaan sampah yang menjadi bagian dari kesiapan program.

Rombongan Bangda didampingi Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Kepala Bappeda Muh. Syaiful, Kepala Dinas PUPR Muh. Jayadi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Erlis Sadya Kencana serta jajaran teknis.

Satu per satu fasilitas di kawasan TPAS Puuwatu ditinjau. Mulai dari area pembuangan sampah, jembatan timbang, sumur bor hingga fasilitas pengolahan sampah yang menghasilkan gas metan.

Gas metan menjadi salah satu perhatian karena hasil pengolahan sampah tersebut telah dimanfaatkan sebagai sumber energi. Pemanfaatan itu sekaligus memperlihatkan potensi sampah jika dikelola dengan pendekatan yang tepat.

Bukan sekadar melihat instalasi, tim Bangda bahkan menyaksikan langsung pemanfaatan gas metan tersebut untuk aktivitas sederhana. Rangkaian kunjungan ditutup dengan menikmati pisang goreng yang dimasak menggunakan energi dari gas metan hasil pengolahan sampah di TPAS Puuwatu.

Pemanfaatan tersebut menjadi gambaran bahwa pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat lebih jauh, tidak hanya mengurangi timbunan tetapi juga menghasilkan energi alternatif.

Wakil Wali Kota Kendari Sudirman mengatakan, kunjungan lapangan bersama Bangda Kemendagri penting untuk mengetahui secara langsung kondisi fasilitas persampahan yang ada. Dari peninjauan tersebut, pemerintah juga dapat mengidentifikasi bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki dan diperkuat.

“Kami tentu mengapresiasi pendampingan dari Bangda Kemendagri. Dengan melihat langsung kondisi lapangan, kita bisa mengetahui apa yang masih perlu dilengkapi dan ditindaklanjuti,” ujar Sudirman.

Ia memastikan berbagai catatan hasil kunjungan akan menjadi bahan evaluasi perangkat daerah terkait. Pemkot Kendari berkomitmen mempercepat pembenahan agar kesiapan pelaksanaan LSDP dapat dipenuhi sesuai tahapan.

Kepala Bappeda Kota Kendari Muh. Syaiful mengungkapkan, pemerintah daerah telah mengalokasikan sekitar Rp24 miliar untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Puuwatu pada 2027.

Pembangunan TPST tersebut diharapkan menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah Kota Kendari. Sistem pengolahan terpadu diharapkan mampu mengurangi beban TPAS sekaligus meningkatkan potensi pemanfaatan sampah.

Upaya tersebut juga diiringi program pengelolaan sampah dari sumbernya. Pemkot Kendari telah menggerakkan ASN untuk mengumpulkan sampah, menjalankan pilot project di Kecamatan Kadia serta mendorong pembentukan Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di setiap kecamatan.

Rangkaian kebijakan tersebut menjadi bagian dari agenda besar Pemkot Kendari membangun sistem persampahan yang lebih terintegrasi. TPAS Puuwatu tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat akhir sampah, tetapi diarahkan menjadi bagian dari proses pengolahan yang menghasilkan manfaat.

Melalui pendampingan LSDP, dukungan anggaran dan keterlibatan masyarakat, Pemkot Kendari berharap pembenahan persampahan dapat berjalan lebih cepat menuju sistem yang modern, produktif dan berkelanjutan.(SM)