NewsMetro

Polresta Kendari Perkuat Kesiapan Hadapi Karhutla dan Kekeringan Ekstrem

49
×

Polresta Kendari Perkuat Kesiapan Hadapi Karhutla dan Kekeringan Ekstrem

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan ekstrem di tengah musim kemarau, Polresta Kendari menggelar apel gelar pasukan dan perlengkapan, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana dalam menghadapi potensi bencana yang dapat mengancam wilayah Kota Kendari. Apel turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta berbagai stakeholder terkait.

Sejumlah unsur terlibat dalam apel tersebut, di antaranya jajaran Polresta Kendari, Satpol PP, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Damkarmat, Basarnas, BMKG, TNI serta instansi terkait lainnya.

Kapolresta Kendari Kombes Pol Edwin L. Sengka, menyampaikan bahwa berdasarkan perkiraan BMKG, fenomena El Niño pada 2026 telah memasuki fase aktif dengan kategori kuat.

“Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan curah hujan rendah dan kekeringan berkepanjangan akibat perubahan suhu permukaan laut yang melewati ambang batas normal,” ungkapnya.

Menurutnya, puncak fenomena El Niño pada akhir Juli hingga Agustus 2026 turut meningkatkan risiko di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kota Kendari. Musim kemarau yang berlangsung lebih panjang dengan curah hujan di bawah rata-rata klimatologis dapat memperbesar potensi kekeringan sekaligus memicu terjadinya Karhutla.

Kondisi tersebut, kata Edwin, perlu diantisipasi sejak dini dengan memperkuat kesiapsiagaan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.

Ia menegaskan, dampak Karhutla tidak hanya menyangkut kerusakan lingkungan. Kebakaran dan kekeringan juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, transportasi hingga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Karena itu, penanganannya membutuhkan langkah yang cepat, terpadu, terkoordinasi dan berkelanjutan. Setiap instansi diharapkan memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing sehingga dapat bergerak cepat ketika terjadi kondisi darurat.

Apel gelar pasukan dan perlengkapan tersebut sekaligus menjadi momentum menyatukan persepsi dan pola tindakan lintas sektor dalam menghadapi potensi Karhutla dan kekeringan ekstrem.

Kesiapan personel dan peralatan juga menjadi perhatian penting agar upaya pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan secara efektif di lapangan.

Kapolresta Kendari menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kesiapan bersama merupakan bagian penting dari upaya memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia berharap koordinasi lintas sektor yang telah dibangun dapat terus diperkuat, sehingga setiap potensi Karhutla dan dampak kekeringan ekstrem di Kota Kendari dapat diantisipasi sedini mungkin.

Dengan kesiapan tersebut, seluruh stakeholder diharapkan tidak hanya mampu merespons ketika bencana terjadi, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan untuk menekan risiko dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat serta lingkungan.(SM)